Pertamina Jamin Stok BBM di Malang Aman Selama Natal dan Tahun Baru

PERISTIWA » MALANG | 12 Desember 2019 12:40 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Pertamina menjamin tidak akan terjadi kekosongan BBM di SPBU Malang selama musim liburan Natal dan Tahun Baru. Langkah antisipasi dilakukan guna mendukung kenyamanan pengguna jalan, khususnya masyarakat yang akan berwisata di Malang Raya.

"Tahun lalu memang ada kendala kemacetan, walaupun dalam tahap wajar. Kita lakukan perbaikan dan evaluasi tahun ini, intinya tidak sampai terjadi kekosongan di SPBU. Jadi semua permintaan masyarakat akan dilayani. Tahun lalu tolnya juga belum jadi, tahun ini sudah beroperasi," jelas Gustiar Widodo, Sales Area Manager Malang PT Pertamina di Malang, Kamis (12/12).

Gustiar mengungkapkan, Pertamina menyediakan SPBU di KM 66 di dua jalur Tol Malang-Pandaan, sementara di luar tol disediakan SPBU kantong berupa mobil tangki yang disediakan di 3 titik yakni Karanglo dan 2 lain di Batu.

Selain juga didukung motoris (sepeda motor) yang akan membantu mobil mogok karena kehabisan BBM di tengah jalan. Masyarakat dapat menghubungi Contact Center Pertamina 135.

"Kita taruh (stok mobil tangki) di tempat-tempat yang selama ini rawan macet. Karena memang begitu macet kita tidak bisa mengirimkan," tegasnya.

Sesuai dengan prediksi, Natal dan Tahun Baru 2019 akan mengalami peningkatan kebutuhan konsumsi bahan bakar. Konsumsi gasolin tahun ini diprediksi akan mengalami kenaikan mencapai 7 persen, sementara gasoil turun 2 persen, karena larangan truk tidak boleh jalan. Sedangkan LPG mengalami peningkatan konsumsinya sekitar 3 persen.

"Kita menyiapkan sejumlah prediksi peningkatan tersebut, tetapi nanti kalau kemungkinan ada lonjakan permintaan tetap kita berikan tambahan pelayanan distribusi," ungkapnya.

Konsumsi harian gasolin sendiri untuk 2019 untuk Wilayah MOR V sekitar 18.900 liter, sementara untuk Kota Malang sekitar 2.800 Kl per hari. Sementara untuk kebutuhan LPG sekitar 100 ribu kilogram atau sekitar 30 ribu tabung per hari.

"Kami disupport Terminal BBM Malang, Stok cukup aman. Berapapun yang diminta pasar akan kita penuhi," tegasnya.

Pertamina sendiri telah membentuk Satgas yang sudah mulai bekerja sejak awal November dan akan melakukan monitor ketat di lapangan mulai 18 Desember. Sementara arus peningkatan lalu lintas diprediksi 24 Desember, karena bersamaan dengan liburan anak sekolah.

"Otomatis karena ada perpindahan ke Malang kebutuhan BBM akan meningkat, LPG juga demikian akan naik sekitaran itu," urainya.

1 dari 1 halaman

Launching PDS di Malang

Pertamina meluncurkan program Pertamina Delivery Service (PDS) yakni layanan pemenuhan kebutuhan BBM serta LPG dengan menghubungi Contact Center Pertamina 135. Petugas dengan menggunakan sepeda motor dengan didesain khusus akan mengantarkan kebutuhan Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Bright Gas 5.5 Kg.

Harga BBM yang dijual sama dengan harga di SPBU dengan tambahan biaya antar Rp20 ribu per tujuan. Minimum order adalah 10 liter dengan maksimal 30 liter, sesuai dengan kapasitas motor pengantar BBM dan memperhatikan aspek safety dalam pengantaran BBM dan LPG kepada konsumen.

"Selain mengantisipasi kemacetan di jalan, juga membidik para pemilik mobil di rumah yang hanya dipanasi saja tetapi jarang dipakai," katanya.

PDS sudah diawali dengan uji coba di Jakarta sejak Agustus 2019 dan dilakukan ekspansi di 62 SPBU di Indonesia, 11 di antaranya berada di Jawa Timur dan Bali. Khusus di Malang layanan diberikan di 2 SPBU yakni SPBU Ciliwung dan Jalan Langsep Malang. (mdk/bal)

Baca juga:
Wilayah Penyaluran Diperluas, Kuota Premium Penugasan Diprediksi Jebol
Konsumsi di Pertambangan dan Perkebunan Naik, Kuota Solar Subsidi 2019 Jebol
Banyak Jalan Tol Baru, Pertamina Minta Tambah Kuota Solar Subsidi di 2020
Sri Mulyani Masih Mengkaji Usulan Formula Baru Harga Solar
Petugas Polda DIY Gagalkan Penjualan BBM Subsidi Ilegal
Pemerintah Awasi Kendaraan yang Isi Solar Subsidi Melebihi Kuota

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.