Pertemuan MK dengan Wali Kota Semarang batal

PERISTIWA | 17 Maret 2012 13:55 Reporter : Muhammad Sholeh

Merdeka.com - Pertemuan antara Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, hakim-hakim MK bersama Wali Kota Semarang Soemarmo HS, yang rencananya digelar pukul 13.00 WIB tiba-tiba dibatalkan. Sehari sebelum acara ini, Soemarmo HS ditetapkan sebagai tersangka kasus suap.

"Acara Ketua MK dengan wali kota yang sedianya dilaksanakan pukul 13.00 Sabtu hari ini ditunda sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan, mohon maklum," kata Humas MK, Dini kepada merdeka.com melalui SMS, Sabtu (17/3).

Wali Kota Semarang, Jawa Tengah, Soemarmo HS resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Soemarmo jadi tersangka terkait kasus dugaan suap APBD Semarang.

"KPK telah menetapkan SHS (walikota Semarang) sebagai tersangka," ujar juru bicara KPK, Johan Budi SP melalui BlackBerry Messenger (BBM) kepada merdeka.com, (16/3).

Soemarmo diduga melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 Undang undang 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

"Disampaikan bahwa dalam proses pengembangan penyelidikan dugaan tindak pidana terkait pemberian sesuatu kepada penyelenggara negara terkait pembahasan APBD Kota Semarang tahun 2011-2012," imbuhnya.

Kasus suap ini bermula setelah KPK menangkap dua anggota DPRD Kota Semarang, Sumartono (Demokrat) dan Agung Purno Sarjono (PAN) serta Sekda Kota Semarang. KPK menangkap basah ketiganya pada 24 Oktober 2011 dengan barang bukti uang senilai Rp 40 juta. Namun setelah dikembangkan dana suap mencapai Rp 400 juta.

Setalah melakukan pengembangan, KPK hari ini akhirnya menetapkan Soemarmo sebagai tersangka. Dia diduga terlibat dalam kasus suap yang bermotif untuk melancarkan pembahasan APBD Pemkot Semarang itu. (mdk/tts)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.