Perubahan Cuaca, Warga Tangsel Diingatkan Waspadai Ancaman DBD

Perubahan Cuaca, Warga Tangsel Diingatkan Waspadai Ancaman DBD
Nyamuk Aedes aegypti. ©2019 wikipedia
NEWS | 16 September 2021 13:09 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Warga Tangerang Selatan (Tangsel) diminta mewaspadai dampak perubahan cuaca yang terjadi akhir-akhir ini. Potensi munculnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) salah satu yang harus menjadi perhatian.

Kepala Bidang P2 Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Tulus Muladiono memaparkan, peralihan cuaca dari panas ke hujan kerap dibarengi dengan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan penyakit DBD.

Masyarakat diharapkan meningkatkan kepedulian pada kebersihan rumah dan lingkungan tempat tinggal. Perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti harus ditekan.

"Makanya jumantik (juru pemantau jentik) harus berjalan. Setiap orang harus jadi jumantik untuk tempat tinggal dan lingkungannya masing-masing. Lagi Pandemi begini, repot kalau orang luar masuk-masuk ke rumah orang lain," kata Tulus, Kamis (16/9).

Pola hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat diharapkan bisa menekan penyebaran nyamuk pembawa virus DBD. "PHBS di rumah, semua warga harus jadi kader jumantik masing-masing di rumahnya,"jelas dia.

Berdasarkan laporan puskesmas dan RS, saat ini baru dua kasus DBD ditemukan di Tangsel. Keduanya berada pada kelurahan berbeda di wilayah Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan.

"Dua kasus yang kami temukan itu bisa jadi peralihan musim, karena saat ini mulai musim penghujan," kata dia.

Sementara itu, dua warga Kecamatan Pondok Aren yang terkena DBD terus dipantau pihak RS. "Laporan sementara ada penurunan trombosit, kita harus pantau. Kalau DBD kan penurunan trombositnya cepat 2x24 jam pasti ada penurunan, tapi melihat kondisi orangnya juga," jelas dia. (mdk/yan)

Baca juga:
Pengasapan Cegah DBD di Kelurahan Pancoran
Tiga Daerah di Jabar Peringkat Tertinggi Kasus DBD Nasional
Kemenkes: Waspadai KLB Demam Dengue di Masa Pandemi Covid-19
Kenali Perbedaan Gejala antara DBD dengan COVID-19 pada Anak
Miliki Gejala Mirip, Kenali Perbedaan DBD dengan COVID-19
Lima Daerah Ini Catatkan Angka Kasus DBD Tertinggi pada 2021

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami