Perusahaan di Bogor Bandel Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

PERISTIWA | 24 Juli 2019 03:33 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Bupati Bogor, Jawa Barat Ade Yasin mengultimatum perusahaan-perusahaan yang selalu membuang limbah ke Sungai Cileungsi. Dia akan menutup sejumlah perusahaan tersebut jika tidak juga menghentikan buang limbah sembarangan.

"Karena tidak ada efek jera ketika ada perusahaan yang membuang limbah, padahal dia sudah diproses, diperingati sebagainya, lebih baik kalau tidak kapok, tutup saja," ujar Ade Yasin di Cibinong, Bogor, Selasa (23/7). Dikutip dari Antara.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sudah berulang kali mengingatkan perusahaan-perusahaan yang berada di tepian Sungai Cileungsi itu, agar tidak langsung membuang limbahnya ke sungai.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menyebutkan bahwa beberapa perusahaan sudah dikenakan hukuman.

"Sudah diperingati berkali-kali, bahkan ada beberapa perusahaan yang dilaporkan dan kemudian diadili," terang Ade Yasin.

Kini, ia mengaku sudah menugaskan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor untuk lebih tegas menindak perusahaan-perusahaan nakal tersebut.

Menurutnya, petugas Satpol PP akan melakukan pendataan kembali perusahaan mana saja yang membuang limbah ke Sungai Cileungsi.

Perkara pencemaran Sungai Cileungsi ini sempat digarap juga oleh Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya. Dalam Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) yang diris Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya pada Desember 2018 itu, ada 48 perusahaan yang membuang limbahnya ke Sungai Cileungsi tapi tidak mengantongi izin apapun.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, Teguh P Nugroho menyayangkan adanya pelanggaran itu tidak diimbangi dengan penindakan maksimal oleh Pemkab Bogor. DLH Kabupaten Bogor terbukti abai mengawasi lingkungan dari 2.500 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bogor.

LAHP-nya juga menyatakan bahwa DLH Kabupaten Bogor mengalami kekosongan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH). Padahal menurutnya, dengan luas wilayah sekitar 298.838 hektare dan jumlah penduduk yang sekitar 5,6 juta jiwa, Kabupaten Bogor mutlak memerlukan fungsi PPLH.

"Dari 48 perusahaan yang buang limbah ke Sungai Cileungsi itu sudah ada yang disegel, tapi yang nyegelnya penyidik dari PNS, yakni PPNS. Dia tidak tahu yang mana yang harus disegel. Harusnya PPLH," beber Teguh.

Baca juga:
Tim Ahli Pertamina Dikerahkan Tangani Minyak Tumpah di Pantai Utara Karawang
Sungai Cileungsi Hitam Pekat Tercemar Limbah Pabrik
Pantai Utara Karawang Tercemar Tumpahan Limbah Minyak Mentah
Pertamina Kerahkan 27 Kapal dan Alat Penangkap Tumpahan Minyak di Laut Jabar
Cegah Polusi Udara, Pemprov DKI Akan Bagikan Lidah Mertua
Udara Buruk, Warga Jakarta Diimbau Beraktivitas Pakai Masker

(mdk/cob)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com