Perusakan 2 SMK di Depok Diduga Terkait Tawuran Pelajar

PERISTIWA | 16 Oktober 2019 21:09 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Pelaku perusakan sekolah di Depok sudah diketahui. Polisi masih terus mendalami kasusnya untuk menangkap pelaku. Diduga pelaku adalah pelajar juga namun dari sekolah berbeda. Motifnya, diduga karena dendam.

"Kebetulan kemarin sebelumnya dari satu sekolah ini menyerang ke sekolah lain. Paginya terjadi peristiwa ini mereka balas dendam, tapi bukan anak sekolah yang disasar secara langsung, melainkan gedung sekolah yang dirusak," kata Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah, Rabu (16/10).

Fasilitas sekolah dirusak diduga pelajar ini ada lima ruangan yakni empat ruang kelas dan satu ruang guru. Polisi telah memeriksa saksi sebanyak empat orang. Kejadian perusakan ini tidak ada korban jiwa. Namun beberapa ruang gedung sekolah tersebut dirusak oleh kelompok tersebut.

"Kita lakukan pemeriksaan intensif semoga kita dapat menangkap beberapa pelaku, ini sebagai contoh penegakkan hukum," ujar dia.

Diduga motif perusakan gedung sekolah adalah balas dendam oleh pelajar dari sekolah yang ada di Depok. Sebab, kemarin terjadi bentrok antar pelajar dan satu pelajar alami luka bacok lalu dibawa ke rumah sakit.

"(Korban pelajar) Akibat dikeroyok sempat dirawat di rumah sakit, beberapa saat akhirnya meninggal dunia," paparnya.

Polisi meminta kerjasama banyak pihak untuk mencegah peristiwa serupa terjadi. Mulai dari Pemerintahan dan orang tua wajib membantu mencegah dan menjaga perilaku para pelajar yang ada di Depok agar tidak terjadi hal seperti ini.

"Langkah preventif sudah dilakukan mulai dari police goes to school, dan sebagainya," tutupnya.

Sebelumnya, Satu pelajar tewas dalam tawuran yang terjadi di Jalan Raya Sawangan, Pancoran Mas, Depok Selasa (15/10) sore. Korban sempat dilarikan ke RS Hermina namun nyawanya tidak tertolong. Korban meninggal dunia sekitar pukul 23.30 WIB akibat luka bacok di sekujur tubuh.

"Ya rencana pihak keluarga setelah jenazah sudah rapih, akan dibawa ke daerah Cirebon usai salat Subuh dimakamkan di kampung halamannya," kata Rizal, anggota Pokdarkamtibmas Kelurahan Mampang, Rabu (16/10).

Rumah duka di Jalan Pramuka 2, Mampang, Pancoran Mas. Menurut dia, dua kubu sekolah swasta yang terlibat tawuran tersebut memang sudah lama bermusuhan.

"Sekolah SMA swasta di Depok yang terlibat itu-itu saja sudah lama saling bermusuhan," ucapnya.

Saat tawuran terjadi, warga ikut membubarkan mereka. Pasalnya warga sudah kesal dengan ulah para pelajar yang sering terlibat tawuran. Warga berhasil mengamankan tiga pelajar. Mereka dibawa ke kantor polisi untuk proses hukum lebih lanjut.

"Sama warga tiga pelajar diketahui asal SMA Izata Arjuna diamankan di kantor Kelurahan Rangkapan Jaya dengan diamankan sebilah celurit, diduga digunakan untuk tawuran," tutupnya.

Baca juga:
Sekelompok Orang Bersenjata Tajam Acak-Acak 2 SMK di Depok
Tawuran Pelajar di Depok, 1 Korban Tewas Akibat Luka Bacok
Saling Ejek di Medsos, Puluhan Siswa SMKS PKP 2 & PKP 1 Terlibat Baku Hantam
Sekolah Tunggu Putusan Pengadilan Beri Sanksi Siswa Terlibat Duel Gladiator di Bogor
Kronologi Pelajar di Bogor Tewas usai Duel Gladiator, Keterlibatan Alumni Didalami
Pelajar Duel Ala Gladiator di Bondowoso Ternyata Masih Bersaudara

(mdk/gil)