Perwira Polisi Dilaporkan ke Polda Jateng Terkait Dugaan Penggelapan Barang Bukti

Perwira Polisi Dilaporkan ke Polda Jateng Terkait Dugaan Penggelapan Barang Bukti
Ilustrasi Polisi. ©2015 merdeka.com/imam mubarok
PERISTIWA | 1 Mei 2021 22:32 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Seorang perwira polisi AKP TA dilaporkan pengusaha asal Brebes ke Polda Jawa Tengah. Dia dilaporkan terkait dugaan penggelapan barang bukti berupa uang Rp 922 juta.

Kuasa hukum pelapor, Yosep Parera mengatakan aksi itu terjadi pada Januari 2019 ketika kliennya dan PT SGI sepakat melakukan kerja sama untuk pengurukan tanah sebesar Rp 2,3 miliar melalui seorang notaris berinisial S.

"Setelah pekerjaan kliennya selesai ternyata pembayaran baru dilakukan sebagian," kata Yosep Parera.

Namun karena pembayaran mulai tidak lancar kemudian, Sofyan melakukan somasi. Ternyata PT SGI kaget karena uang pembayaran Rp 922 juta sudah diserahkan ke notaris melalui kesepakatan menyerahkan uang dan disetorkan ke bank.

Selanjutnya PT SGI melanjutkan perkara itu dan melaporkan notaris S. Kemudian Sofyan dihampiri AKP TA dan anggotanya agar uang diambil sebagai bukti laporan PT SGI.

"Jadi uang itu diambil dan dibawa ke Polres Brebes. Ada bukti, tetapi beliau tidak beri surat tanda terima penyerahan uang," ujarnya.

Namun perkara PT SGI terhadap notaris S ternyata dihentikan. Kemudian Sofyan meminta barang bukti uang itu dikembalikan. Tapi ternyata uang belum kembali bahkan setelah dilakukan pertemuan. Maka pengaduan dilakukan dan ternyata penyidik Polda Jateng mengarahkan untuk membuat laporan dengan dugaan penggelapan.

"Menurut Pasal 46 ayat 1 KUHP dengan tegas mengatakan barang bukti yang disita dalam proses sebuah tindak pidana wajib dikembalikan kepada orang dimana itu disita atau kepada orang yang berhak," kata dia.

Jawaban Terlapor

Terpisah AKP TA mengatakan saat penyidik menyerahkan uang itu diketahui dan dipahami Sofwan Hadi. Penyidik mempunyai bukti-bukti.

"Kalau dia melaporkan penyidik melakukan penggelapan nanti kita buktikan saat pemeriksaan," kata TA.

Bahkan pihaknya hanya menangani laporan dari rekan kerja pelapor terhadap notaris di Brebes. Uang barang bukti yang dipermasalahkan tersebut telah diserahkan ke rekan kerja pelapor. Hal itu diketahui ke dua belah pihak.

"Itu sudah selesai dan diselesaikan di Polres Brebes. Ada perdamaian mereka berdua. Jadi laporan penggelapan barang bukti barang bukti yang mana," ungkap TA. (mdk/gil)

Baca juga:
Diduga Gelapkan Mobil, Eks Calon Wakil Wali Kota Pagaralam Ditangkap Polisi
Owner EDCCash Ditangkap Terkait Kepemilikan Senjata Api
Polda Bali Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penggelapan Dana Terkait LNG
Gelapkan Arisan Online Capai Rp7 Miliar, Bidan di Muba Serahkan Diri ke Polisi
Diduga Menggelapkan Uang Klien, Pengusaha Ini Dilaporkan ke Polda Metro
ICW Soal Vonis Djoko Tjandra: Layak Divonis Seumur Hidup

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami