Pesan Mendikbud: Jangan Sampai Anak-anak di Wamena Ngungsi Sekolah Terbengkalai

PERISTIWA | 9 Oktober 2019 18:37 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan kegiatan belajar mengajar di Wamena, Papua, pasca-kerusuhan telah normal kembali. Bahkan, ia telah mengirim bantuan ke lokasi kericuhan.

"Di Papua kan kegiatan sudah mulai jalan, kemarin sudah kita kirim bantuan dari Kemendikbud dan sudah didistribusikan ke lima sasaran, di samping ke Wamena ada juga ke ibu kota Kabupaten Puncak Jaya, Jayawijaya, kemudian ada beberapa distrik di Kabupaten Jayawijaya juga kita kirimkan," ujarnya di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (9/10).

Kendati kegiatan belajar telah berjalan normal, Muhadjir mengaku masih ada masalah, yakni banyak anak-anak yang ikut orangtuanya mengungsi karena ketakutan.

"Ada masalah karena anak-anak ini banyak yang ikut orangtuanya ngungsi. Karena itu saya imbau kepada semua sekolah yang berdekatan dengan rumah tinggal para pengungsi supaya anak-anakya ditampung di sekolah terdekat," kata Muhadjir.

Oleh karena itu, ia meminta agar pihak sekolah mencari anak didiknya agar masuk ke sekolah. "Jangan ditunggu, tapi harus dicari, didatangi supaya kemudian diajak segera masuk sekolah. Jangan sampai kemudian anak-anak ikut orangtuanya mengungsi kemudian sekolahnya terbengkalai," katanya.

Dengan adanya peristiwa itu, Muhadjir berpesan jangan sampai anak-anak yang ikut mengungsi turut menjadi korban, yakni sekolahnya terputus.

"Segera dimasukkan ke sekolah, ke dinas setempat kalau perlu ke Kemendikbud. Jangan sampai anak-anak yang ikut mengungsi kemudian sekolahnya terputus, tolong disampaikan, penting itu," pungkasnya.

(mdk/did)