Pesan Terakhir Santri Korban Pramuka di Ciamis: Yah Aku Pulang Ya Yah

Pesan Terakhir Santri Korban Pramuka di Ciamis: Yah Aku Pulang Ya Yah
Evakuasi siswa MTs yang tewas saat susur sungai di Ciajur. ©2021 YouTube Warta Sekitar /editorial Merdeka.com
NEWS | 17 Oktober 2021 05:03 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Muhammad Kafka, salah satu korban tewas dalam musibah susur sungai di Ciamis sudah dimakamkan. Kafka dimakamkan di pemakaman keluarga di Depok. Jasadnya diantar dari Ciamis ke Depok pagi tadi.

"Diantar, sudah ada yang ngurus di sana, jadi kita enggak ke sana. Makam keluarga di Cijapat," kata Abdullah Sajat, orangtua Kafka, ditemui di rumahnya, Sabtu (16/10).

Kafka adalah salah satu santri di Mts Harapan Baru Ponpes Cijantung, Ciamis, Jawa Barat. Dia berada di ponpes tersebut sejak Juli lalu. Dari Sukmajaya, ada empat orang yang mondok di sana.

"Dari sini ada empat orang dari Sukmajaya, anak saya sama perempuan tiga satu RW semua. Jadi yang meninggal ada dua perempuan satu dan anak saya satu, yang perempuan dimakamin di Ciamis. Dia kelas 7E," ceritanya.

Sajat mengaku terakhir kali komunikasi dengan anaknya pekan lalu. Dia melakukan panggilan video call saat itu. Kafka sempat meminta pulang ketika berkomunikasi dengan Sajat.

"Minggu lalu, video call, dia minta pulang. Yah aku pulang ya yah. Nah itu video call lah sama saya, ibunya. Saya bilang abang kan enggak boleh pulang, pulangnya nanti libur semester Desember, nanti ayah jemput. Kalau nggak nanti ayah jenguk saja ya minggu depan, Insya Allah kalau ada rezeki," kenangnya.

Dia mendapat kabar duka itu dari WhatsApp grup wali santri. Kabar duka itu dia dengar semalam habis salat.

"Kemarin malam abis isya ada WhatsApp. Jadi kita punya grup wali santri, ternyata itu ada yang tahu lebih dulu kabarnya. Dia share di grup langsung ramai. Lalu saya cari-cari info, ternyata ada berita dari Ciamis benar ada kejadian MTS Harapan Baru Cijantung melaksanakan Pramuka dan terjadi seperti ini," katanya.

Sajat mengaku tidak tahu ada kegiatan susur sungai. Sajat menuturkan, sudah percaya dengan program yang dimiliki ponpes.

"Kalau soal ngabarin cuma yang pas vaksin doang waktu itu, tapi kalau yang Pramuka ini nggak ada konfirmasi," tutupnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Polisi Selidiki Tragedi Tenggelamnya 11 Pelajar saat Susur Sungai di Ciamis
Kronologi Tenggelamnya 11 Siswa saat Kegiatan Pramuka di Ciamis
Kemenag Minta Kegiatan Susur Sungai Tewaskan 11 Siswa MTs Harus Dievaluasi
11 Siswa MTs di Ciamis Tewas saat Susur Sungai, Ini Faktanya
11 Pelajar MTs di Ciamis Meninggal Saat Kegiatan Susur Sungai
Rudi Silver Tewas Tenggelam Usai Mengajak Rekannya Lomba Berenang di Sungai Cisadane

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami