Pesan toleransi di malam takbiran Purwakarta

Pesan toleransi di malam takbiran Purwakarta
PERISTIWA | 25 Juni 2017 07:03 Reporter : Bram Salam

Merdeka.com - Suasana meriah penuh sangat terasa menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah di Purwakarta, Jawa Barat. Pesan toleransi pun terselip di balik meriahnya tabuhan ritmik dan harmonis yang berasal dari 999 bedug peserta Festival Bedug Purwakarta. Sebab, kegiatan ini juga turut dimeriahkan para tokoh lintas Agama yang secara khusus diundang pemerintah kabupaten Purwakarta.

Salah satu tokoh lintas Agama yang hadir dalam kegiatan yang sudah dilaksanakan untuk kali ke-10 tersebut, Pendeta Evorugilo dari Gereja Isa al Masih Purwakarta. Dia mengapresiasi langkah Pemkab Purwakarta memelihara tradisi keberagaman.

"Kita apresiasi ini, kita diajak, diikutsertakan, sungguh cermin dari persaudaraan seluruh masyarakat Purwakarta, walaupun Agama dan keyakinan yang kami anut berbeda," katanya usai menabuh salah satu bedug yang terletak di pinggir Gedung Kembar, Jalan KK Singawinata, Purwakarta, Sabtu (24/6) malam.

Apresiasi juga datang dari M Soleh (35), warga Purwakarta asal Pasawahan yang baru saja tiba dari Jakarta untuk menjalani libur lebaran bersama keluarganya. Kegiatan ini mengingatkannya pada momen waktu kecil.

"Saya senang di sini tidak ada imbauan takbir on the road, jadi bisa ajak keluarga dari Jakarta untuk nonton, di sana kan tidak boleh ya," singkatnya.

Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah juga menjadi momen spesial bagi Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Sebab, ini menjadi hari raya Idul Fitri terakhir baginya sebagai orang nomor satu di Purwakarta. Dia berpesan kepada seluruh masyarakat agar selalu menjaga persaudaraan sebagai warga, menjaga perilaku toleran agar kerukunan tercipta dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya mengucapkan terima kasih sekaligus meminta maaf kepada seluruh warga Purwakarta karena belum sempurna dalam menjalankan kepemimpinan. Ini takbiran terakhir saya sebagai Bupati. Semoga ke depan, suasana toleransi dan persaudaraan terus lestari di Purwakarta," ujarnya.

Sejak sore hari, sesuai arahan dari panitia acara, para peserta sudah terlihat berkumpul di sepanjang Jalan KK Singawinata. Setiap tim membawa bedug masing-masing lengkap dengan aksesoris yang menghiasinya. Peserta yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah, Desa/Kelurahan, BUMN, BUMD dan komunitas masyarakat ini tampak tertib hingga acara selesai. (mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami