Pesantren di Tasikmalaya Terbakar Akibat Korsleting

PERISTIWA | 20 September 2019 19:52 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Belasan kobong atau kamar yang biasa digunakan santri untuk tidur di Pondok Pesantren Maniis, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya terbakar, Jumat (20/9). Akibat peristiwa kebakaran tersebut, pesantren mengalami kerugian materil hingga Rp 200 juta.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 12-19 Salopa, Kodim 0612 Tasikmalaya, Sertu Ano Hartono menyebut bahwa kebakaran menghanguskan 16 kobong yang berupa panggung beratap ijuk dan genteng. "Dugaan sementara kebakaran ini dipicu akibat korsleting listrik," kata Ano.

Dia menyebut kejadian kebakaran berlangsung cepat. Saat pertama kali kebakaran, warga bersama aparat berupaya melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Namun karena bahan bangunan yang mudah terbakar, api pun dengan cepat menjalar ke kobong-kobong lain sehingga menghanguskan 16 kobong.

"Api yang membakar bangunan kobong baru bisa dipadamkan setelah kita bersama warga berupaya melakukan pemadaman secara manual. Seluruh bangunan berikut isinya, baik pakaian hingga kitab-kita santri semuanya terbakar. Taksiran kerugian mencapai Rp200 juta," lanjutnya.

Baca juga:
Kebakaran di Gunung Semeru, Pendaki Hanya Bisa Sampai Ranu Kumbolo
3 Pembakar Lahan di Kutai Barat Ditangkap, Polisi Amankan Korek dan Parang
Kondisi Kabut Asap dari Indonesia yang Selimuti Thailand
Kabut Asap, Malaysia Berencana Pakai Drone untuk Bikin Hujan Buatan
Penampakan Asap Kebakaran Hutan Kalimantan dari Luar Angkasa
Banyak Flora dan Fauna Mati Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

(mdk/cob)

TOPIK TERKAIT