Pesawat Gatot Kaca Karya Habibie akan Dipamerkan di Museum Dirgantara Yogyakarta

PERISTIWA | 12 September 2019 17:14 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Pesawat N250 Gatot Kaca karya Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie akan segera dipindahkan ke Museum Mandala Dirgantara di Yogyakarta. Plt Sekretaris Perusahaan PT Dirgantara Indonesia PTDI, Irlan Budiman mengatakan pemindahan tersebut akan segera dilakukan agar bisa menjadi edukasi bagi masyarakat.

Selain itu masyarakat juga bisa mengenal almarhum BJ Habibie melalui karyanya.

"Ini (N250) nanti akan kita copot, setelah itu kita akan rakit lagi di sana, karena tidak mungkin diterbangkan," kata Irlan di Hangar PTDI, Kota Bandung seperti dikutip Antara, Kamis (12/9).

Dia menuturkan, pesawat Gatot Kaca sempat membuat negara lain segan melihat industri penerbangan milik Indonesia. N250 merupakan karya putra tanah air yang terbaik di kelasnya pada era itu dan mampu mengangkat pamor Tanah Air di mata dunia.

"Saat itu N250 terbang untuk sertifikasi ke Prancis, sudah terbang sampai ke Eropa, ini membuat dunia melek bahwa Indonesia mampu membuat pesawat terbang yang memang saat itu cukup canggih di kelasnya," kata Irlan.

Pesawat karya Habibie yang mampu menampung 50 penumpang itu memiliki teknologi 'Fly By Wire' dan merupakan pertama di dunia dimulai pada tahun 1992.

Irlan menuturkan, saat itu sekitar 3.000 karyawan terlibat dalam proses pembuatan pesawat itu. Para insinyur pembuatnya pun saat itu telah menempuh pendidikan di Jerman.

"Kurang lebih 3.000 karyawan terlibat, yang punya pencetus idenya itu Pak Habibie, enginer nya juga sudah disekolahkan ke luar negeri," katanya.

Hingga kini pesawat bersejarah itu masih disimpan di hangar PTDI yang juga satu kawasan dengan Bandara Husein Sastra Negara.

Pesawat N250 atau yang diberinama Gatot Kaca ini berhasil mengudara pada tahun 1995 sekaligus membuktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia yang masuk kategori negara berkembang mampu membuat kapal terbang canggih secara mandiri. Semua tidak terlepas dari sosok BJ Habibie dan karyawan Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), sebelum berganti nama menjadi PTDI.

Namun, tiga tahun kemudian proyek itu terhenti karena krisis moneter. Indonesia yang membutuhkan bantuan pendanaan dari International Moenetery Fund (IMF) terpaksa mengubur mimpi untuk mengembangkan dan memrpoduksi N250 secara massal. Itu karena salah satu klausul pemberian pinjaman dari IMF mengharuskan pemerintah menyetop pendanaan untuk program pengembangan pesawat terbang.

Hingga saat ini, prototype Gatot Kaca masih tersimpan apik di hanggar PTDI dan akan segera diserahkan kepada museum Dirgantara Mandala di Yogyakarta sebagai penghormatan kepada mendiang BJ. Habibie. Selain itu, koleksi museum bisa memudahkan masyarakat secara luas untuk melihat wujud pesawat tersebut.

Penyerahan pesawat kepada pihak museum masih menunggu urusan administrasi dengan TNI AU yang mengelola museum tersebut rampung.ia berharap, semua akan terealisasi sebelum penghujung tahun 2019.

Pasang Target

PTDI berkomitmen melanjutkan perjuangan BJ. Habibie mengembangkan industri pesawat dalam negeri. Mereka mengandalkan pesawat N219 untuk merealisasikan target tersebut.

Irlan Budiman menargetkan pesawat N219 tahun ini bisa memenuhi sertifikasi agar bisa diproduksi tahun depan. Secara pasar, pesawat ini memang dibuat menyesuaikan karakteristik negara Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau.

Pesawat ini didesain untuk menyasar wilayah-wilayah kecil di Indonesia dengan keunggulan bisa mendarat di landasan yang tidak beraspal. “Hasil riset yang kami lakukan, memang pesawat ini untuk memenuhi sarana transportasi penghubung daerah terpencil. Sekarang sedang dalam proses sertifikasi untuk salah satunya harus memenuhi 300 jam terbang,” jelas dia.

Manager Komunikasi Perusahaan dan Promosi PTDI Adi Prastowo menambahkan saat ini ada dua prototype N219 yang sudah dibuat dan dalam proses sertifikasi. Namun Penjajakan untuk mengkomersilkan N219 sudah dimulai sejak sekarang.

Penawaran sudah dilakukan kepada kepala daerah di wilayah pelosok Indonesia dengan harga 6 juta USD. Pihak perusahaan mengklaim sudah mendapat beberapa tawaran pembelian.

"Memang pasar utamanya ke lokal. Tapi keluar negeri kita tawarkan juga," pungkasnya.

Baca juga:
Jokowi Makamkan Jenazah BJ Habibie
Upacara Militer Iringi Pemakaman BJ Habibie
Kenangan Istri Gus Dur saat Habibie Bilang Ingin Ikut Sahur Keliling
Ucapan Duka Cita Berbagai Tokoh Dunia Iringi Kepergian BJ Habibie
KPK sebut Habibie Berjasa dalam Bangun Fondasi Pemberantasan Korupsi di RI

(mdk/ray)