Peserta Dipukuli saat Diksar UKM Mahusa Unila, 4 Panitia Diperiksa Polisi

PERISTIWA | 10 Oktober 2019 08:12 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Kasus penganiayaan dialami peserta Pendidikan Dasar (Diksar), tak hanya menimpa Aga Trias Tahta, mahasiswa Fakultas ISIP Universitas Lampung. Kasus serupa dialami rekan satu kampusnya Rifaldi Dwi Prasetya, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung.

Penganiayaan itu dialami Rifaldi saat mengikuti kegiatan Diksar Mahasiswa Hukum Sayang Alam (Mahusa) Universitas Lampung. Kasus ini tengah diselidiki Ditreskrimum Polda Lampung.

"Ada empat orang terlapor yakni GT, DM, FZ dan AZ," kata Kabidhumas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (10/10).

Para terlapor merupakan panitia Diksar Mahusa Universitas Lampung. Keempatnya melakukan pengeroyokan dan penganiayaan selama kegiatan Diksar Mahusa sejak 13 hingga 15 September 2019.

1 dari 1 halaman

Dipukul Hingga Ditendang

Penganiayaan itu terjadi saat korban yang tergabung dalam organisasi Mahusa mengikuti kegiatan selama dua hari di Gunung Betung Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran, Lampung. Di sela-sela kegiatan korban pingsan setelah kelelahan saat proses merakit tenda sehingga tak bisa melanjutkan diksar tersebut.

"Tetapi oleh terlapor GT korban ditampar dengan alasan telah membohongi panitia dengan cara pura-pura pingsan," kata Zahwani.

Korban kemudian diizinkan pulang. Saat korban hendak mengambil barang, dua terlapor GT dan FZ menawarkan bantuan.

"Tetapi kedua panitia tersebut membawa korban ke tengah hutan dan memukul korban di bagian perut, dada, kaki serta kepala," ujar Zahwani.

Aksi penganiayaan dilakukan GT dan FZ baru berhenti setelah panitia yang lain turun tangan. Oleh panitia yang lain korban pun diminta mengambil barang di tenda.

"Ketika korban membeberkan barang di tenda kembali ditampar dan ditonjok oleh GT dan FZ menendang, menginjak kaki serta mencekik leher korban," tambah Zahwani.

Panitia akhirnya memutuskan memulangkan korban keesokan hari dan mengistirahatkan di tenda karena waktu sudah malam. Namun saat perjalanan hingga ke tenda korban kembali dipukul oleh GT dan FZ ditambah DM.

"Ketika korban hendak diantarkan pulang kembali dipukuli GT di wajah dan FZ mencekik," tukas Zahwani.

Kasus pengeroyokan dan penganiayaan ini masih dalam penyelidikan polisi. Keempat terlapor disangkakan melanggar Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (mdk/gil)

Baca juga:
Unila Akui Tawaran Bantuan Hukum Ditolak 17 Tersangka Kematian Peserta Diksar
Kriss Hatta Jalani Sidang Perdana Kasus Penganiayaan
Usai Diperiksa Polisi, Munarman Tegaskan Tidak Tahu Penganiayaan di Masjid Al Falah
Pura-Pura Meninggal, IRT di Muratara Lolos dari Aksi Pemerkosaan