Petugas Bea Cukai yang Diserang di Pekanbaru Masih Dirawat, Kepala Mendapat 8 Jahitan

Petugas Bea Cukai yang Diserang di Pekanbaru Masih Dirawat, Kepala Mendapat 8 Jahitan
Video Petugas Bea Cukai Diserang. Instagram/@tnilovers18 ©2021 Merdeka.com
NEWS | 22 April 2021 23:30 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Seorang petugas Bea Cukai Riau masih dirawat intensif setelah menjadi korban penyerangan sekelompok orang saat operasi penindakan peredaran rokok ilegal di Jalan Juanda, Pekanbaru, Senin (19/4) malam. Kepalanya harus mendapat 8 jahitan karena mendapat hantaman dan pukulan dari para pelaku.

"Petugas itu masih mendapatkan perawatan intensif dari pihak rumah sakit. Lukanya cukup parah, ada 8 jahitan di kepala sehingga masih perlu perawatan," ujar Humas Kanwil DJBC Riau, Fino Vianto Kamis (22/4).

Fino menyampaikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Polresta Pekanbaru untuk mengetahui pelaku penyerangan petugas Bea Cukai itu. ''Kita tunggu saja informasi dari kepolisian. Di samping itu kita juga turunkan penyidik dari DJBC," ucapnya.

Seperti diberitakan, sejumlah petugas Bea Cukai diserang belasan orang di Jalan Juanda, Pekanbaru, Senin (19/4) malam. Beberapa petugas lari tunggang-langgang. Dua orang yang tertinggal dikeroyok.

Aksi ini terjadi saat petugas Bea Cukai hendak menindak pelaku penyelundupan rokok ilegal.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Riau, Hartono Sutarjo mengatakan, akibat serangan itu, dua anggota tim Bea Cukai terluka. ''Satu orang petugas mengalami luka parah di kepala dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Satu orang lainnya mengalami luka ringan,'' jelas Hartono. (mdk/yan)

Baca juga:
Mendebarkan, Ini Video Petugas Bea Cukai Diserang saat Menindak Rokok Ilegal
Mobil Bea Cukai Diserang di Pekanbaru, Satu Orang Terluka
Mobil Milik Wartawan di Jayapura Dirusak saat sedang Diparkir
Peneror Anak Bupati Brebes Ternyata Pecatan Polisi
Peneror Anak Bupati Brebes Ditangkap Lalu Ditembak Karena Kabur & Melawan Polisi
CEK FAKTA: Kasus Penyerangan Usai Tarawih di Lombok, Bukan Masjid yang Diserang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami