Petugas Haji Tertular Saat Diklat, Pasien Positif Corona di Jatim Meningkat

Petugas Haji Tertular Saat Diklat, Pasien Positif Corona di Jatim Meningkat
PERISTIWA | 4 April 2020 07:05 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Terjadi lonjakan cukup signifikan jumlah pasien yang berstatus positif di Jatim. Hal ini dikarenakan, salah satunya adalah hasil tracking dari petugas haji yang mengikuti diklat beberapa waktu lalu dinyatakan positif tertular corona atau covid-19.

Dari data yang dipaparkan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, terdapat 49 orang baru dinyatakan positif. Sehingga, total pasien berstatus positif di Jatim saat ini 152 orang.

Angka tambahan tertinggi dari Kota Surabaya, yaitu berjumlah 33 orang. Kabupaten Lamongan yang semula masih berstatus zona kuning kini masuk kategori zona merah dengan jumlah terkonfirmasi positif 10 orang.

"Delapan (orang) di antaranya hasil tracking dari petugas haji yang ikuti diklat beberapa waktu lalu," katanya, Jumat (3/4).

Sementara itu 7 pasien positif baru lainnya tersebar di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Sidoarjo sebanyak 3 orang, Gresik 1 orang, dan Kabupaten Kediri 2 orang. Sedangkan pasien yang sudah dinyatakan terkonversi negatif corona, berjumlah 6 orang. 3 Di antaranya dari Magetan dan 3 lainnya dari Surabaya.

"Dari enam orang itu, 3 orang dari Magetan dan 3 orang dari Surabaya. Data meninggal seperti kemarin," ujarnya.

Adapun jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah menjadi 717 orang. Sama seperti sebelumnya, angka orang dalam pemantauan (ODP) di Jatim juga meningkat tajam, yaitu sebanyak 9.435 orang.

Sementara itu, Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, Kohar Hari Santoso, mengatakan, untuk 10 orang positif di Lamongan, enam orang di antaranya ialah petugas kesehatan haji dan dua orang petugas pembinaan haji. Mereka bagian dari ratusan peserta pelatihan calon petugas haji di Asrama Haji Surabaya awal Maret lalu.

1 dari 1 halaman

Pasar Kapasan Tutup

Sebuah pasar di Surabaya ditutup total dari aktivitas perdagangan. Hal ini dikarenakan, salah seorang 'penghuninya' yang disebut kerap beraktifitas di pasar tersebut dinyatakan berstatus positif corona atau covid-19.

Penutupan ini terjadi di Pasar Kapasan Surabaya. Penutupan pasar tersebut dilakukan oleh Perusahaan Daerah Pasar Surya, sebagai pihak pengelola.

Sesuai dengan surat ber kop Pasar Surya dengan Nomor: SU-758/01/IV/2020, Pasar Kapasan ditutup selama 14 hari terhitung sejak 4 April 2020.

Dalam surat yang ditandatangani oleh tiga direktur PD Pasar Surya itu disebutkan, bahwa penutupan pasar dikarenakan ada salah satu orang yang sehari-hari beraktifitas di pasar tersebut telah dinyatakan confirm positif covid-19.

Dikonfirmasi terkait dengan penutupan operasional Pasar Kapasan ini, Humas PD Pasar Surya, Zaini pun membenarkannya. Ia menyatakan, bahwa penutupan Pasar Kapasan terhitung mulai hari Sabtu ini hingga 14 hati ke depan.

"Iya benar (Pasar) Kapasan tidak beroperasional," ujarnya.

Dikonfirmasi apakah orang yang kerap beraktifitas yang dimaksud dalam surat tersebut adalah pedagang di pasar tersebut, Zaini enggan menjelaskannya. Ia hanya memastikan jika yang sudah terkonfirm positif corona adalah orang yang kesehariannya ada di dalam Pasar Kapasan.

"Alasannya sama dengan yang tercantum dalam surat. Kami hanya bisa menyebut yang bersangkutan kesehariannya beraktifitas di Pasar Kapasan," pungkasnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Kapasitas Ruangan Pasien Corona di Jawa Timur Diklaim Meningkat 2 Kali Lipat
Permudah Warga Dapat Informasi Corona, Khofifah Luncurkan Layanan Chatbot WA
Pakar Epidemiologi Khawatir Khofifah Salah Sebut Istilah 'Herd Immunity'
Akibat Corona, Palyja Jakarta Tiadakan Pembacaan Meteran Air ke Rumah Pelanggan
KAI Perpanjang Pengembalian Uang Tiket Utuh dengan Waktu Berangkat Hingga 4 Juni
2 Pasien Positif Covid-19 di Prabumulih Berkeliaran di Pasar Hingga GraPARI
Cerita Annisa Pohan Soal Kondisinya Usai Foto dengan Bupati Karawang Positif Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami