3 Petugas pajak gadungan palak pemilik toko bangunan diciduk polisi

3 Petugas pajak gadungan palak pemilik toko bangunan diciduk polisi
Ilustrasi. ©2015 Merdeka.com
NEWS | 24 Mei 2016 20:28 Reporter : Dede Rosyadi

Merdeka.com - Aparat Kepolisian Resor Kota Binjai, Sumatera Utara, menangkap tiga petugas pajak gadungan memeras sejumlah tempat usaha, salah satunya pemilik toko bangunan di wilayah setempat. Selain itu juga mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya sejumlah uang tunai, dan senjata api soft gun.

"Ketiga tersangka kerap mengaku sebagai petugas pajak dalam melancarkan aksinya," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Binjai AKBP Muhammad Rendra Salipu, di Binjai, Selasa (24/5).

Ketiga tersangka yang diamankan itu berinisial NM (50), warga Jalan Balai Desa Gang Antara Nomor 45 Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, BBS (28) warga Jalan mekatani Gang Nusantara, Kelurahan Marendal I, Kabupaten Deli Serdang, dan YG (51) warga Jalan bajak Lima Petumbak, Kabupaten Deli Serdang.

Ketiga tersangka ini tertangkap tangan oleh petugas usai melakukan aksi pemerasan di salah satu toko material bangunan berada di Desa Padang Cermin Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat.

Penangkapan terhadap para tersangka ini juga berawal dari adanya laporan warga ke petugas, lalu dilakukan penangkapan. Polisi juga mengamankan berbagai barang bukti lainnya juga ditemukan di antaranya uang tunai Rp 7.702.000 yang diduga merupakan hasil dari pemerasan, dan empat unit handphone.

Juga diamankan senjata api soft gun, kartu identitas perpajakan, handycam, STNK mobil, termasuk satu unit mobil avanza warna hitam, bernomor polisi BK 1965 KP.

Salah seorang tersangka berinisial MN mengaku sudah melakukan aksi sebanyak empat kali di wilayah Binjai, dengan modus mengaku sebagai petugas pajak dan meminta sejumlah uang demi pelunasan tunggakan pajak korban.

Sementara untuk melancarkan aksinya mereka juga tak segan-segan menakuti para korban dengan menggunakan senjata api air soft gun, dan mengambil gambar tempat usaha korban agar para korban merasa takut.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku terancam dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pemerasan, dengan ancaman hukuman penjara lima tahun. (mdk/cob)

Baca juga:
Suka memeras warga, anggota Marinir gadungan ditangkap di Batam
Kelurahan Panmas Depok 'palak' Rp 400.000 bikin KK, akta & e-KTP
Diduga peras nelayan Malaysia, Polda Riau usut rekan Brigadir Riki
Rampas mobil polisi, dua debt collector babak belur dihakimi massa
2 Debt collector dihajar massa saat rampas mobil punya kartu pers

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami