Petugas PPSU Temukan Mayat Bayi Terbungkus Kain Kafan di Kali Baru Barat

PERISTIWA » MALANG | 18 November 2019 16:14 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Petugas Pekerja Penanganan Sarana Prasarana Umum (PPSU) Kali Baru Barat menemukan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki terbungkus kain kafan. Mayat itu ditemukan tergeletak di pinggir Kali Baru Barat, Jalan Jambu, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Harsono membenarkan peristiwa temuan mayat bayi malang tersebut. Laporan penemuan mayat bayi tersebut diterima dirinya langsung pada pukul 10.30 WIB.

"Betul, kami mendapatkan laporan dari petugas PPSU yang sedang bertugas membersihkan kali pagi tadi," katanya seperti dilansir dari Antara, Senin (18/11).

Petugas PPSU tersebut menghubungi nomor Kapolsek Jagakarsa untuk melaporkan temuan mayat laki-laki tersebut. Harsono bersama sejumlah anggotanya langsung menuju lokasi penemuan mayat laki-laki yang diduga baru dilahirkan tersebut.

"Bayinya jenis kelamin laki-laki, saat ditemukan sudah terbungkus kain kafan, sudah kayak pocong," kata Harsono.

1 dari 2 halaman

Motif Pembuangan Bayi Belum Diketahui

Belum diketahui pasti motif pembuangan bayi tersebut, apakah terjatuh saat hendak dimakamkan atau sengaja dibuang ke sungai dalam kondisi sudah dibungkus kafan.

"Kita belum tau, apakah mau dimakamkan atau sengaja dibuang ke sungai setelah dikafani," ujar Harsono.

Kondisi mayat bayi saat ditemukan dalam kondisi utuh, diduga dilahirkan sudah cukup bulan, tidak ada tali pusat, badan dan wajahnya masih berwarna merah, berat bayi kurang lebih setengah kilogram, posisi mayat berada di pinggir kali. Wajah sudah membiru dan sedikit bengkak.

"Kami masih menyelidiki siapa pembuang bayi ini, kita akan ungkap dan cari tahu," ujar Harsono.

2 dari 2 halaman

Pelaku Pembuangan Bayi Terancam Penjara 10 Tahun

Mayat bayi laki-laki tersebut kini telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit Fatmawati, Jakarta Selatan untuk keperluan penyelidikan.

Menurutnya, pelaku pembuangan bayi tersebut dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yakni Pasal 45 a jo Pasal 77 dengan ancaman penjara 10 tahun. (mdk/fik)

Baca juga:
Malu Punya Anak Hubungan dengan Suami Orang, Seorang Janda di Tasik Bunuh Bayinya
Pengakuan Ibu di Palembang Tega Masukkan Bayinya ke Mesin Cuci
Wanita yang Buang Bayi di Mesin Cuci Adalah ART Anak Eks Wagub Sumsel
Pacar Tak Mengakui, Ini Pengakuan Ibu Buang Bayi Baru Lahir di Mesin Cuci
Ibu di Palembang Masukkan Bayi Baru Lahir ke Mesin Cuci hingga Tewas
Takut Dipecat, Asisten Rumah Tangga Buang Bayi ke Tong Sampah