Pihak Sekolah Serahkan Penanganan Kasus Perundungan 9 Siswa MTs di Tangsel ke Polisi

PERISTIWA | 6 November 2019 02:31 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Madrasah Pembangunan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, enggan berkomentar terkait dugaan kekerasan yang dialami sembilan pelajar MTs di sekolah tersebut. Sekolah berdalih saat ini perkara tersebut tengah ditangani Polsek Ciputat.

Melalui kepala keamanan Madrasah Pembangunan, M.Saleh, pihak madrasah tidak mengizinkan wartawan melakukan klarifikasi atas perkara dugaan kekerasan siswa tersebut.

"Kami mendapat amanah kalau mau tanya silakan ke Polsek. Iya kita diperintah seperti itu, mau wartawan atau siapapun kita serahkan semua ke Polsek, karena semua masalah inikan sedang diproses di sana," katanya di Madrasah Pembangunan Ciputat, Selasa (5/11).

Sementara Kanit Reskrim Polsek Ciputat Iptu Erwin Subekti, mengaku saat ini tengah mendalami kasus tersebut, pihaknya juga telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi baik dari korban dan orang tua pelaku.

"Masih dalam penanganan, masih pendalaman," ucap Iptu Erwin Subekti.

Ditegaskan dia, Polsek Ciputat juga telah memanggil sejumlah pihak untuk mendapatkan informasi lengkap terkait perkara anak tersebut.

"Sementara sudah kita panggil saksi-saksi. Cuma terkendala mereka masih pada sekolah, jadi agak lambat," ucapnya.

Namun begitu, Erwin enggan menerangkan secara detail kekerasan yang dialami para korban pelajar, oleh rekan-rekan alumninya itu.

"Yang terjadi ibarat kata pem-bully-an, kekerasan seperti orang-orang masuk sekolah seperti di-Ospek. Kategorinya nanti kita dalami lagi," tandasnya.

Sementara Ikbal, orang tua korban berharap, dari laporan polisi yang dibuat ada efek jera terhadap pelaku anak-anak tersebut.

"Kita sebenarnya hanya ingin polisi tahu ada kejadian seperti ini. Kita juga enggak ingin kejadian seperti ini kembali terulang dan menimpa pelajar lain," ucap dia.

Ikbal sendiri enggan membeberkan detail kekerasan yang dialami putranya dan delapan temannya itu. "Sekarang sedang berproses, kita semua menyerahkan ke Kepolisian. Pada intinya orang tua tidak mau kejadian berulang," ucap dia.

Baca juga:
9 Siswa MTs di Tangsel Diduga Jadi Korban Perundungan Alumni
Kesal Diejek, Siswa SMA di Lubuklinggau Bunuh Siswi SMP
5 Bentuk Bullying atau Perundungan yang Sering Tidak Disadari
Melihat Peran Orang Tua di Balik Maraknya Perundungan di Kalangan Pelajar
Warga Twitter Ramai-Ramai Nyatakan Dukungan Untuk Siswi SMP Potianak Korban Bully
KPAI Nilai Teman Penyuruh Bocah Minum Air Seni Korban Salah Pola Asuh Orang Tua

(mdk/cob)