Pilot Twin Otter Dibakar KKB di Papua Berkebangsaan AS, Kondisi Masih Trauma

Pilot Twin Otter Dibakar KKB di Papua Berkebangsaan AS, Kondisi Masih Trauma
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 7 Januari 2021 19:38 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membakar pesawat jenis twin otter milik Mission Aviation Fellowship (MAF) di kampung Pagamba, Distrik Mbiandoga, Intan Jaya, Papua. Pilot bernama Alek Luferchek merupakan pria berkebangsaan Amerika Serikat (AS) dan kini masih dalam kondisi trauma.

Demikian dikatakan Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw. Luferchek masih trauma saat tiba di Nabire, Kamis pagi (7/1), setelah diselamatkan pendeta dan warga sesaat setelah pesawatnya dibakar, Rabu (6/1).

"Keterangan dari dia belum banyak karena yang bersangkutan masih trauma dan saat ini dievakuasi ke Jayapura," kata Waterpauw, seperti diberitakan Antara.

Polisi, kata dia, belum bisa memastikan kelompok bersenjata yang melakukan pembakaran terhadap pesawat dengan nomor registrasi PK-MAX jenis Quest Kodiak. "Pilot dievakuasi menggunakan helikopter milik Helivida dari kampung dekat TKP," kata Waterpauw.

Kasus pembakaran pesawat terbang MAF itu terdeteksi Badan SAR Nasional Pusat dan menyampaikan kepada Yayasan MAF di Nabire untuk mengecek pesawat terbang Quest Kodiak nomor registrasi PK-MAX yang dipiloti Luferchek.

Sebelumnya Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III TNI, Kolonel CZI Gusti Nyoman Suriastawa, menyebutkan massa yang diduga merupakan anggota kelompok bersenjata membakar pesawat terbang nomor registrasi PK-MAX di Bandara Nabire.

Memang benar ada kejadian pembakaran terhadap pesawat seri PK-MAX sesuai yang diberitakan otoritas MAF di Nabire. "Massa yang ditunggangi KKB melakukan tindakan brutal, kondisi ini diciptakan KKB untuk memberi rasa takut terhadap masyarakat," katanya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Sebelum Bakar Pesawat, KKB Sempat Ancam Setiap Penerbangan Sipil di Papua
Sedang Lakukan Survei GPS, Helikopter Ditembak OTK di Tembagapura
Polisi Terima Satu Pucuk Senpi Laras Pendek Jenis FN dari Warga Nabire
Catatan Akhir Tahun Komnas HAM: Kekerasan Demonstran, Papua & Penanganan Covid-19
TGPF: Penetapan Tersangka Penembakan Pendeta Yeremia Tunggu Hasil Autopsi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami