Pimpinan DPR: Kita Dukung PSBB, Tapi Komunikasi Sosial untuk Berbagi Jangan Putus

Pimpinan DPR: Kita Dukung PSBB, Tapi Komunikasi Sosial untuk Berbagi Jangan Putus
PERISTIWA | 10 April 2020 14:09 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengajak masyarakat mendukung kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, dia menyarankan komunikasi antarwarga untuk saling menolong dan berbagi jangan sampai terputus.

"Terkait PSBB mari dukung pemerintah, kita tahu PSBB adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar, namun komunikasi sosial kita tidak boleh terputus untuk saling berbagi. Karena jiwa gotong royong bangsa Indonesia sudah tertanam semenjak leluhur kita menanamkan arti cinta tanah air Indonesia," kata Azis dalam keterangannya, Jumat (10/4).

Azis meminta masyarakat mempercayakan langkah penanganan virus corona kepada pemerintah. Masyarakat diimbau untuk mendukung dengan saling membantu sesama dengan zakat harta atau zakat mal, apalagi jelang bulan Ramadan. Ini sesuai dengan imbauan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

"Pemerintah tentu akan berusaha maksimal untuk memutus mata rantai dan dibantu juga teman-teman yang ada aliran zakat maal, salurkan zakat mal," ujar dia.

Selain itu, Azis mengaku telah mengecek ke lapangan terkait bantuan dari pemerintah kepada warga terdampak virus corona. Dia menemukan, bantuan dari pemerintah telah diterima oleh warga di sejumlah daerah Jakarta.

"Kemarin contohnya saya masuk daerah Pondok Labu, ada program pemerintah masuk ke masyarakat itu. Kita juga terus sembari nyemprot disinfektan, kita lihat warga yang rumahnya geribik dari kayu-kayu, tinggal di kolong jembatan. Kita kasih beras dan telur," terang Azis.

Politikus Partai Golkar ini menambahkan dirinya telah membantu memberikan bantuan sebanyak 16 ton paket sembako dan penyemprotan disinfektan di Jakarta dan Lampung. Hal ini dilakukan demi membantu warga terdampak corona, terutama pekerja informal.

Dalam menyalurkan paket bantuan, Azis mengaku dibantu oleh organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) dan relawan lain.

"Misalnya, supir taksi, ojek, pedagang-pedagang dan kita beli berasnya dari para petani dan para pedagang. Total semuanya sih sekitar per sampai hari ini 16 ton, kan ini terus berjalan," ungkap dia. (mdk/ray)

Baca juga:
Selama PSBB Jakarta, Motor Pribadi Boleh Berboncengan Asal Penumpang Satu Alamat
Menpan RB Minta ASN di Wilayah PSBB Kerjakan Tugas Kedinasan Secara Penuh
Pelanggar Terjaring Operasi Pengawasan PSBB di Perbatasan Depok-Jakarta
Polisi Jaga Wilayah Keluar-Masuk Masuk Jakarta Selama PSBB
Update 10 April 2020: Pasien Positif Covid-19 di Jakarta 1.810 Orang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami