Pimpinan KPK beri sinyal ada indikasi James Riady terlibat suap Meikarta

PERISTIWA | 24 Oktober 2018 13:11 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggeledah kediaman CEO Lippo Grup James Riady terkait kasus suap Meikarta. Menurut Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang dengan adanya pengeledahan di rumah James mengindikasikan penyidik mencium keterlibatan James di kasus Meikarta.

"Normatifnya begitu (ada kecurigaan penyidik) tetapi nanti kita lihat saja," kata Saut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/10).

Saut tidak mau mengungkap lebih lanjut terkait dugaan keterlibatan James Riady di kasus suap proyek Meikarta. Sebab, kata dia, itu adalah hal itu masuk dalam materi pemeriksaan.

"Enggak bisa disampaikan itu kan masuk materi nanti kita liat saja. Kalau ada perubahan tipikal KPK itukan kalau ada perubahan itu kan konferensi pers ya enggak. Kita kan berdebat dulu," ungkapnya.

Dia juga tidak bisa memastikan apakah benar James pernah bertemu langsung dengan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin terkait pembangunan proyek Meikarta. Saut mengaku belum mendapatkan laporan lebih lanjut.

"Belum-belum saya belum terima laporan ya nanti kita tunggu ya. Yang jelas nanti kita akan kalau ada kemajuan kita akan laporkan media harus tau semua terbuka kok ya prosesnya nanti kita lihat," ucapnya.

Diketahui, KPK kembali melakukan rangkaian penggeledahan di sejumlah lokasi terkait kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta, Kabupaten Bekasi. Kali ini, tim penyidik KPK menggeledah rumah CEO Lippo Group James Riady.

"Penyidik melanjutkan kegiatan tersebut tempat lain hingga pagi ini yaitu, rumah James Riady dan Apartemen Trivium Terrace," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (18/10).

Selain rumah James Riady, KPK juga menggeledah kantor Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, dan Dinas Pemadan Kebakaran Kabupaten Bekasi. Febri mengatakan, hingga kini, tim penyidik KPK masih menggeledah lima lokasi tersebut. (mdk/eko)

Baca juga:false
Bendahara pastikan tidak ada dana Meikarta mengalir ke timses Jokowi
Ada kasus suap Meikarta, laba bersih Lippo Cikarang meroket 981 persen jadi Rp 2,35 T
KPK periksa 11 saksi untuk Billy Sindoro atas kasus suap izin Meikarta
Usai diperiksa terkait kasus Meikarta, bos Siloam Hospital ogah komentar
Kubu Jokowi sebut dugaan Waketum Gerindra soal aliran dana Meikarta ngawur
Waketum Gerindra duga dana Meikarta mengalir ke kubu Jokowi-Ma'ruf

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.