Pimpinan MPR Ingatkan Massa Reuni 212 Tak Melakukan Aksi Melanggar UU

PERISTIWA | 22 November 2019 16:45 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Ketua MPR Arsul Sani mempersilakan diselenggarakannya rencana reuni Akbar 212 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Namun Arsul mengingatkan massa reuni 212 tak melanggar Undang-undang dalam aksinya.

"Sepanjang tidak melanggar UU, tidak anarkis, itu yang harus kita hormati. Mau sering-sering berkumpul, mau reuni atau apa, ya wong itu bagian dari kebebasan berekspresi, kebebasan berkumpul ya enggak usah kita persoalkan," kata Arsul di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (22/11).

1 dari 2 halaman

Jangan Ada Aksi Ancaman

Sekjen PPP ini pun meminta tak ada aksi ancaman menuntut polisi menuntaskan kasus dugaan penistaan agama putri Proklamator RI Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri Putri. Sebab, PA 212 sebelumnya mengkhawatirkan acara reuni tersebut akan terjadi gelombang massa mendesak polisi menuntaskan kasus Sukmawati seperti menimpa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Saya kira nggak usah pakai mengancam-ancamlah," katanya.

2 dari 2 halaman

Serahkan Pengusutan Kasus ke Polisi

Dia mengimbau semua pihak agar mempercayakan kasus Sukmawati, yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno itu kepada polisi. Setelah pengusutan kasus tak ada kemajuan dia mempersilakan massa baru melakukan aksi demonstrasi.

"Ya kita percayakanlah sama kepolisian. Itu nanti, kalau polisinya nggak jalan sama sekali, setelah katakanlah setahun, dua tahun, baru kemudian kita pikirkan langkah yang lain," kata dia.

Reporter: Delvira Hutabarat (mdk/gil)

Baca juga:
Menko Polhukam Mahfud MD Nilai Reuni 212 Tak Perlu Pengamanan Khusus
Polri Kerahkan Intelejen Amankan Aksi Reuni 212
Mahfud MD Persilakan Reuni 212 Digelar
Tutup Aksi Hari Ini, Abdullah Hehamahua Tegaskan Siap Datang Kembali Besok
Massa Pengawal Sidang Putusan MK Sudah Penuhi Kawasan Patung Kuda
Kontras Singgung Maraknya Pembubaran Aksi 2019 Ganti Presiden oleh Polisi
Merasa Nama Baik Dicemarkan, Novel Bamukmin Ancam Polisikan Ninoy Karundeng