Pimpinan Positif Covid-19, Dua Puskesmas di Medan Ditutup

Pimpinan Positif Covid-19, Dua Puskesmas di Medan Ditutup
PERISTIWA | 26 Mei 2020 19:26 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Dua puskesmas di Medan ditutup dan pelayanannya dialihkan ke puskesmas lain setelah kedua pemimpin fasilitas ini dinyatakan positif Covid-19. Pemkot Medan baru mengonfirmasi penutupan salah satunya.

Puskesmas yang ditutup yakni Puskesmas PB Selayang II, Jalan Bunga Cempaka, dan Puskesmas Kota Matsum, Jalan Amaliun, Medan. Informasi dihimpun, kedua kepala puskesmas ini sudah dinyatakan positif Covid-19.

Spanduk yang menginformasikan penutupan kedua instalasi kesehatan itu sudah dipasang di gerbang pagar kedua puskesmas. Sesuai isi spanduk, pelayanan Puskesmas PB Selayang II dinyatakan dialihkan ke Puskesmas Padang Bulan, Jalan Jamin Ginting, mulai 26 Mei hingga 11 Juni 2020.

Sementara Puskesmas Kota Matsum ditutup mulai besok, 27 Mei hingga 12 Juni 2020. Pelayanan dialihkan ke Puskesmas Medan Area Selatan dan Puskesmas Sukaramai.

"Kepala Puskesmas Komat (Kota Matsum) memang sudah positif Covid-19. Hasilnya sudah keluar 20 Mei lalu dan beliau sudah dikarantina di rumah sakit. Pegawai di puskesmas juga sudah menjalani pengambilan swab, begitu juga dengan pihak kelurahan dan kecamatan," kata sumber yang tak mau disebutkan namanya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 di Medan dan Sumut tidak terbuka terkait informasi ini. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, bahkan tidak merespons upaya konfirmasi wartawan. Begitu pula ketika ditanya langkah-langkah gugus tugas untuk melindungi tenaga medis di puskesmas. Pertanyaan yang dikirim hanya dibaca, namun tidak dijawab.

Jawaban justru datang dari Kepala Bagian Humas Pemkot Medan Arrahman Pane. Namun, dia hanya mengonfirmasi penutupan dan pengalihan layanan Puskesmas Padang Bulan Selayang II.

"Kita masih dapat info satu puskesmas, yakni di PB Selayang yang dialihkan ke Puskesmas Padang Bulan Jalan Jamin Ginting. (Penutupan) karena ada yang positif, kepala puskesmasnya. Ada dua yang positif, kepala puskesmas dan anak pegawai," kata Arrahman saat dihubungi merdeka.com.

Dia mengaku belum mendapat informasi mengenai penutupan dan pengalihan layanan Puskesmas Kota Matsum. Begitu pula soal kepala puskesmasnya yang dinyatakan positif.

"Kalau itu (penutupan Puskesmas Kota Matsum) belum dapat info. Tadi Kadis (Kesehatan) setengah jam lalu baru menginformasikan hanya satu puskesmas yang ditutup. Nantilah saya informasikan lagi," ujar dia.

Setelah pengalihan pelayanan, kata Arrahman, pihaknya akan fokus melakukan sterilisasi puskesmas. "Kita sterilisasi lokasi, kita alihkan dulu. Rapid test nanti Dinas Kesehatan yang melakukan," tukasnya.

Puskesmas PB Selayang II punya sejarah lain soal kasus positif Covid-19. April lalu 4 tenaga medis dan tenaga kesehatan di puskesmas dinyatakan positif Covid-19, namun ketika itu fasilitas ini tidak ditutup.

Kasus positif Covid-19 di kedua puskesmas menunjukkan justru tenaga medis atau tenaga kesehatan di luar rumah sakit rujukan justru sangat berisiko tertular virus Corona baru. Mereka tidak dilengkapi perlengkapan memadai, sementara pasien atau calon pasien yang mereka hadapi bisa saja mengidap virus itu. (mdk/gil)

Baca juga:
Pandemi Corona Sadarkan Indonesia Akan Rapuhnya Sistem Kesehatan
Pemprov Jabar Akui Belum Bayarkan Insentif Tenaga Medis Covid-19
Belum Siap New Normal, Sukoharjo Perpanjang KLB Hingga Juli 2020
Jumlah Tes Corona Indonesia Terendah di Asia Tenggara
Anggota Banggar DPR: Covid-19 Telah Merusak Sendi Kehidupan Rakyat
Satu Keluarga Terpapar Covid-19, Wali Kota Bekasi Bantah Karena Salat Id Berjamaah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5