Pimpinan Terpilih Nurul Ghufron Terima UU KPK Baru

PERISTIWA | 17 September 2019 20:35 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih Nurul Ghufron mengaku menerima UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK yang baru saja disahkan DPR dalam rapat paripurna. Nurul Ghufron pun siap mengaplikasikannya saat resmi duduk di Gedung Merah Putih.

"Saya akan menerima apapun, mau berubah setelah diketok dan menjadi Perppu juga akan kami terima. Mau RUU-nya tetap tidak berubah juga akan kami terima," ujar Ghufron saat dikonfirmasi, Selasa (17/9).

Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember itu menyebut, KPK merupakan penegak hukum yang menjalankan UU. Untuk itu, sebagai pimpinan KPK terpilih periode 2019-2023, dia menyatakan menerima dan aman menjalankan UU yang telah dibentuk pemerintah dan DPR.

"KPK adalah lembaga negara yang tugasnya di bidang penegakan hukum. Oleh karena itu posisinya sebagai penegak hukum, maka kami tidak akan masuk pada wilayah-wilayah yang di mana wilayah itu adalah wilayah politis mengenai pembentukkan hukum," kata dia.

Terkait dengan keluhan pimpinan KPK jilid IV yang tak dilibatkan dalam revisi UU KPK, Menurut Ghufron, sejatinya KPK sebagai pelaksana UU harus dilibatkan. Namun, sifatnya hanya partisipan.

"Pertanyaannya, apakah KPK harus dilibatkan atau tidak? Ya tentu harus dilibatkan. Tetapi, kapasitasnya sebagai partisipan bukan stakeholder," kata dia.

Baca juga:
Menpan-RB Sebut Pegawai KPK Jadi ASN Dilakukan Bertahap
Wakil Ketua KPK Basaria Isyaratkan Setuju Pengesahan Revisi UU KPK
Tolak Pengesahan Revisi UU KPK, Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Sulsel
Laode Beberkan Sejumlah Pelemahan KPK di Undang-Undang Baru
Revisi UU KPK Disahkan, Menkum HAM Sudah Dengar Masukan Agus Rahardjo dan Laode
Demokrat Ingin KPK Bebas Intervensi Seperti SBY Selesaikan Kasus Cicak Vs Buaya

(mdk/eko)