Pinangki Gunakan Rekening Milik Sopir Pribadi Bayar Pelunasan BMW X5

Pinangki Gunakan Rekening Milik Sopir Pribadi Bayar Pelunasan BMW X5
BMW Jaksa Pinangki Disita Kejagung. ©2020 Istimewa
NEWS | 23 September 2020 13:03 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Jaksa Pinangki Sirna Malasari menerima suap dari terdakwa Djoko Tjandra atas pengurusan fatwa MA senilai USD 500.000. Ia langsung membelanjakan duit haram itu untuk keperluan pribadi.

Salah satunya pembelian mobil mewah BMW X5 warna biru nopol F214 senilai Rp 1.753.836. Pembayaran mobil mewah itu dilakukan Pinangki dengan 5 tahapan.

Untuk menutupi praktik culasnya, Pinangki menyuruh Sugiarto, sopir pribadinya membayarkan pelunasan tunggangan mewah tersebut.

"Terdakwa sendiri yang pembayarannya secara tunai dalam beberapa tahap pada tanggal 30November sampai dengan Desember 2019," kata jaksa membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Rabu (23/9).

Berikut tahapan yang dilakukan Pinangki membeli mobil mewah:

1. Pembayaran down payment (DP) tanggal 30 November 2019 sebesar Rp 25 Juta.
2. Pembayaran tahap I tanggal 5 Desember 2019 sebesar Rp 475 juta melalui setoran tunai BCA atas nama Sugiarto, sopir terdakwa yang sumbernya berasal dari hasil penukaran mata uang USD di money changer.
3. Pembayaran tahap II tanggal 9 Desember 2019 sebesar Rp 490 juta juga melalui rekening Sugiarto.
4. Pembayaran tahap III tanggal 11 Desember 2019 sebesar Rp 490 juta juga melalui rekening Sugiarto.
5. Pembayaran tahap IV tanggal 13 Desember 2019 sebesar Rp 100 juta melalui transfer Bank Panin.
6. Pembayaran tahap V tanggal 13 Desember 2019 sebesar Rp 129 juta melalui transfer Bank Panin.

Selanjutnya, Pinangki juga membayar polis asuransi mobil sebesar Rp 31.731.000. Serta, pembayaran pajak progresif mobil sebesar Rp 10.605.050 dan membayar biaya pelanggaran wilayah sebesar Rp 2.500.000.

(mdk/rhm)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami