Pintu Wisman Mulai Dibuka, Bali Akan Jadi Pilot Project Perjalanan Internasional

Pintu Wisman Mulai Dibuka, Bali Akan Jadi Pilot Project Perjalanan Internasional
Ada Varian Baru Covid-19, Wagub Bali Sebut Pariwisata Tetap Dibuka Juli 2021. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 14 Oktober 2021 05:59 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Pintu kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali mulai dibuka hari ini, Kamis (14/10). Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace memaparkan, pariwisata Bali akan menjadi pilot project perjalanan internasional di Indonesia.

"Setelah hampir dua tahun pariwisata Bali mengalami stagnan tanpa pergerakan, 14 Oktober besok Bali siap sebagai pilot project dibukanya perjalanan internasional," kata Cok Ace dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/10).

"Sejauh ini Bali siap dengan penerapan protokol kesehatan di sejumlah destinasi pariwisata, desa wisata, termasuk hotel yang sudah besertifikat CHSE, fasilitas umum seperti swalayan, pasar tradisional serta kesiapan rumah sakit rujukan Covid-19 bagi wisatawan yang terdeteksi positif pasca masuk pintu bandara," imbuhnya.

Ia mengatakan, Bali telah melakukan segala upaya kesiapan, terutama penerapan protokol kesehatan. Mereka menggalakkan penggunaan masker kapan dan di mana pun, mencuci tangan secara berkala, penyediaan handsanitizer oleh masing-masing warga, dan tetap menjaga jarak, khususnya di tempat keramaian dan di luar rumah, serta penerapan aplikasi PeduliLindungi.

"Meskipun Bali siap menerima kunjungan wisatawan mancanegara dengan segala penerapan prokes yang sudah dianjurkan. Namun, kita jangan pernah lupa dengan (adanya) bermutasinya varian baru pada perkembangan Covid-19, Delta dan Mu. Sebaiknya kita tetap waspada dan tidak teledor. Hingga saat ini kita masih berada di tengah perjuangan melawan wabah Covid-19," jelasnya.

Cok Ace juga berharap semua pihak mampu bekerja sama untuk tetap menjaga diri dan kesehatan masing-masing dengan standardisasi prokes yang sudah dianjurkan.

Selain itu, ia menyampaikan dari jumlah kasus yang semakin menurun, bukan berarti bebas beraktivitas tanpa mengutamakan protokol kesehatan. Jangan sampai pembukaan Bali untuk perjalanan internasional yang sudah sekian lama ditunggu-tunggu memberikan peluang berkembangnya klaster baru yang nantinya membuat lonjakan kasus kembali naik.

"Mari kita hindari gelombang ketiga perkembangan Covid-19 di Bali, sehingga mampu mempertahankan kepercayaan dunia terhadap Bali," ungkapnya.

Sementara itu, pemberlakuan karantina selama lima hari bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali, kata Cok Ace, merupakan standar yang diputuskan untuk meminimalisasi peluang berkembangnya kembali virus Covid-19 di Bali setelah pintu masuk dibuka. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan masyarakat masih menjadi kunci utama bagi Bali. Sebanyak 35 hotel karantina sudah disiapkan dan tidak diperbolehkan menerima wisatawan nonkarantina.

"Masker adalah budaya baru dalam menghadapi bencana nonalam ke depan, sehingga kewajiban menaati protokol kesehatan adalah kunci untuk hidup berdampingan dengan virus Covid-19 yang akan terus bermutasi. Dan bagi wisatawan yang tidak disiplin menerapkan prokes di Bali, maka kebijakan untuk deportasi dapat diberlakukan," ujar Cok Ace. (mdk/yan)

Baca juga:
Pemerintah Peringatkan Wisatawan Asing Langgar Prokes Langsung Dideportasi
Pembukaan Bali untuk Wisatawan Asing Tak Langsung Tingkatkan Kunjungan
Belum Ada Kabar Kunjungan Wisman, Dinas Pariwisata Bali Sebut Bukan karena Karantina
AP I Gratiskan Biaya Pendaratan Bandara Bali Hingga Akhir 2021
Mulai Besok, Bali Siap Terima Wisatawan Asing
Kemenkum HAM Prediksi Banyak WNA Datang ke Bali Pakai Visa Kunjungan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami