PITI Persaudaraan Turun ke Jalan, Protes Logo Dicatut saat Muktamar

PITI Persaudaraan Turun ke Jalan, Protes Logo Dicatut saat Muktamar
PITI versi Persaudaraan memprotes penggunaan logo saat Muktamar ke-IV. antara
NEWS | 21 Mei 2022 07:02 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pengurus Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) versi Persaudaraan memprotes penggunaan logo saat Muktamar ke-IV Persatuan Islam Tionghoa Indonesia kubu Persatuan yang digelar di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ketua Umum PITI versi Persaudaraan Ipong Hembing Putra menyatakan bahwa mereka tidak terima penyelenggaraan Muktamar PITI kubu Persatuan yang mencantumkan logo tanpa izin.

"Saya protes logo organisasi saya dipakai untuk kegiatan muktamar," kata Ipong, seperti dikutip Antara, Sabtu (21/5).

Ipong mengungkapkan PITI versi Persaudaraan telah melaporkan pengurus PITI kubu Persatuan ke Polda Metro Jaya pada 14 April 2022.

Namun, Ipong menyebutkan pengurus PITI versi Persatuan tetap menggunakan logo milik PITI Persaudaraan, justru menggelar Muktamar ke-IV di kawasan Kemayoran.

"Sudah dilaporkan, saat ini proses hukum sedang berjalan," ujar Ipong.

Ipong mengaku memiliki hak paten logo organisasi PITI Persaudaraan yang dianggap sah.

Untuk itu, Ipong berharap Polda Metro Jaya menindaklanjuti laporan dan membubarkan kegiatan Muktamar PITI kubu Persatuan karena tidak memiliki izin keramaian dari kepolisian.

"Mereka tidak mengantongi izin keramaian untuk mengadakan muktamar. Saya harap instansi terkait harus menindak dengan tegas muktamar tersebut," ujar Ipong.

sebelumnya, Ipong melaporkan pengurus PITI kubu Persatuan ke Polda Metro Jaya dengan Nomor Laporan: LP/B/1925/VI/2002/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 14 April 2022.

Pasal yang dilaporkan, yakni Pasal 100 dan atau Pasal 102 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merk. (mdk/rhm)

Baca juga:
HaKI adalah Hak Eksklusif untuk Melindungi Karya, Ketahui Jenis dan Dasar Hukumnya
Hak Paten Adalah Kepemilikan Eksklusif Atas Suatu Karya, Pelajari Selengkapnya
Memahami Apa Itu Copyright beserta Tujuan dan Cara Kerjanya
Meski masih jauh, permohonan paten di Indonesia disebut ada pertumbuhan
Inovasi produk dalam negeri lambat, permohonan Hak Paten di 2016 cuma 1.470
INDEF catat tiap kenaikan kepemilikan hak paten dorong pertumbuhan ekonomi

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami