PKS Apresiasi Presiden Jokowi Berikan Kahar Mudzakkir Gelar Pahlawan Nasional

PERISTIWA | 9 November 2019 08:34 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera menyambut baik keputusan Presiden Jokowi memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir. Pemberian gelar pahlawan ini dinilai tepat sebagai wujud penghormatan dan penghargaan resmi Negara atas peran dan jasa Kahar Mudzakkir dalam mempersiapkan proses kemerdekaan dan juga pengembangan pendidikan di Indonesia.

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR-RI, Mulyanto menyebut pemberian gelar Pahlawan Nasional bagi almarhum Kahar Mudzakkir sangat tepat karena mempunyai makna penting serta berarti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemberian gelar pahlawan ini menunjukan pengakuan Negara atas peran aktif tokoh-tokoh pergerakan Islam dalam mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia.

"Kita patut mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi yang menganugerahkan gelar pahlawan bagi Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir. Anugerah ini menjadi penting karena menjadi tanda tidak relevan lagi memperdebatkan dikotomi Islam dan Nasionalis dalam proses pembentukan dan pembangunan Negara ini. Tokoh Islam memiliki andil dalam mempersiapkan kemerdekaan bangsa ini. Begitupun dengan tokoh-tokoh nasionalis. Semua dipandang memiliki kedudukan dan derajat yang sama dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini," ujar Sekretaris Majelis Pertimbangan Partai PKS ini.

1 dari 2 halaman

Sikap Kahar Mudzakkir Jaga Moralitas Bangsa

Mulyanto melihat ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari sikap dan pandangan Kahar Mudzakkir. Salah satunya adalah keteguhan sikap dalam menjaga moralitas bangsa. Sebagai salah satu anggota Tim Sembilan, Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Kahar Mudzakkir menginginkan bangsa dan Negara ini diselenggarakan berdasarkan moralitas agama.

Meski demikian Negara perlu juga mengakomodasi aspirasi keragaman suku dan budaya yang ada di Indonesia.

"Berdasarkan pemikiran Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir kita jadi paham bahwa hubungan antara Islam dan Negara adalah sebuah relasi inklusif yang sinergis. Saling menguatkan. Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim ini, harus menempatkan Islam sebagai kekuatan moral, modal dasar dan sumber relijiusitas utama bangsa ini," jelas Mulyanto.

2 dari 2 halaman

Kesejahteraan Rakyat jadi Cita-cita Kemerdekaan

Berkat kegigihan perjuangan Kahar Mudzakkir serta didukung tokoh Islam dan tokoh nasionalis lainnya akhirnya Indonesia menjadi negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa dan menyadari bahwa kemerdekaan bangsa ini adalah berkat rahmat dari Allah yang Maha Kuasa.

"Founding fathers (pendiri bangsa) kita sudah berhasil membangun konsensus nasional, bersepakat, bahwa Indonesia adalah darul ahdi wa syahadah (negara perjanjian dan tempat beramal shaleh). Harusnya sudah tidak ada lagi perdebatan antara Negara dan agama. Tugas dan tanggungjawab kita adalah mengisi kemerdekaan ini dengan karya dan pemikiran maju untuk mencapai kesejahteraan rakyat yang menjadi cita-cita kemerdekaan," tegas Mulyanto. (mdk/ded)

Baca juga:
Presiden Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 6 Tokoh
Dianggap Kuburan Masih Basah, Soeharto dan Gus Dur Belum Jadi Pahlawan Nasional
Cucu Ungkap Moto Sardjito Semasa Hidup, 'Dengan Memberi Kami Menjadi Kaya'
Mengenang Jasa Sardjito, Rektor Pertama UGM Pembuat Biskuit Bagi Pejuang Kemerdekaan
Ini 6 Tokoh yang Dapat Gelar Pahlawan Nasional
Jokowi akan Beri Gelar Pahlawan Nasional ke 3 Anggota BPUPKI