PKS Dorong Pemerintah Akselerasi Produksi Vaksin dalam Negeri

PKS Dorong Pemerintah Akselerasi Produksi Vaksin dalam Negeri
Vaksinasi Covid-19 di Pelabuhan Sunda Kelapa. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
NEWS | 30 Juli 2021 05:06 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Kebutuhan vaksin nasional untuk Covid-19 terus bertambah. Namun, hingga hari ini Indonesia masih mengimpor vaksin. Ketua Departemen Ekonomi dan Pembangunan, Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Investasi (Ekuin) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Farouk Abdullah Alwyni mendorong supaya dilakukan akselerasi produksi vaksin nasional.

Mengutip Menteri Kesehatan, Farouk menyebut kebutuhan vaksin setidaknya ada 290 juta dosis selama Juli-Desember 2021. Kebutuhan impor vaksin ini belum mempertimbangkan kebutuhan alat kesehatan hingga masker. Sehingga tambahan dana akan muncul. Sebab itu, perlu produksi vaksin dalam negeri.

"Melihat dana dan potensi dana yang akan dikeluarkan sedemikian besar, maka sudah waktunya jika program kesehatan juga disinergikan dengan program pemulihan ekonomi nasional, yakni kebutuhan untuk mengakselerasi produksi vaksin nasional," ujarnya, Kamis (29/7).

Langkah memproduksi vaksin dalam negeri, kata Farouk sejalan dengan program kesehatan dan program pemulihan ekonomi nasional. Nilai impor vaksin, mengutip data BPS sekitar Rp6,4 triliun.

Ada dua kandidat vaksin nasional yaitu vaksin Nusantara dan vaksin Merah Putih. Farouk menilai, pemerintah harus mengeluarkan segala yang diperlukan agar bisa segera memproduksi vaksin dalam negeri.

"Sudah selayaknya pemerintah melakukan segala hal yang diperlukan agar Indonesia bisa memproduksi vaksinnya sendiri," ucapnya.

Belum lagi, dengan muncul varian delta, efikasi vaksin semakin menurun. Tenaga kesehatan dan warga yang sudah divaksin dengan Sinovac masih tetap terinfeksi dan ada yang meninggal. Kasus ini, kata Farouk terjadi di seluruh belahan dunia.

"Ternyata, kasus ini juga tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain," katanya.

Maka itu, Farouk menilai, sudah selayaknya Indonesia mengambil tindakan untuk memproduksi vaksin nasional. Karena, kata dia, pada dasarnya saat ini tidak ada vaksin yang sempurna, tentunya dengan tetap melakukan yang terbaik secara scientific terkait faktor keamanan dan keampuhan vaksin nasional.

"Akselerasi produksi vaksin nasional pada dasarnya bukan saja penting untuk membangun kemandirian kesehatan nasional, tetapi juga akan berdampak besar untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Kemandirian vaksinasi dapat mencegah terjadinya capital outflows yang sangat besar untuk impor vaksin," ujar Farouk.

Lebih lanjut, ia meminta pemerintah merespons kondisi penuh ketidakpastian ini dengan komitmen membangun kemandirian kesehatan nasional. "Dan yang terpenting adalah akselerasi produksi vaksin nasional, di samping tentunya juga mendorong lebih banyak lagi produksi alat test Covid-19 dan masker di dalam negeri," pungkasnya. (mdk/bal)

Baca juga:
Berdasarkan penelitian, 2 dosis vaksin Sinovac ampuh cegah penularan Covid-19
Tinjau Vaksinasi Buruh di Tangerang, Kapolri Harap Pertumbuhan Ekonomi Membaik
Dokter Paru Nilai Belum Diketahui Durasi Proteksi Vaksin Untuk Cegah Penularan Covid
Pengunjung Salon dan Restoran Diwajibkan Sudah Divaksin
Pemkab Sukoharjo Gelar Sentra Vaksinasi untuk Kejar Herd Immunity
70 Ribu Dosis Vaksin Moderna Tiba di Sumut dan Diprioritaskan untuk Nakes

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami