PKS Ingatkan Pemerintah Jangan Sampai Terjadi Krisis Dokter Selama Pandemi Covid-19

PKS Ingatkan Pemerintah Jangan Sampai Terjadi Krisis Dokter Selama Pandemi Covid-19
PERISTIWA | 17 Oktober 2020 20:29 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Sampai saat ini Pandemi Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan kabar baik. Semakin hari penyebaran semakin meluas. Sampai berdampak banyaknya tenaga medis yang terpapar hingga tercatat sebanyak 136 dokter di Indonesia gugur akibat Covid-19.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani menilai meningkatnya kasus Covid-19 harus segera diatasi. Karena dampaknya langsung kepada para tenaga medis yang menangani pasien kian hari semakin meningkat.

"Ini membuat risiko para tenaga medis terpapar virus corona semakin tinggi, mereka juga berisiko kelelahan karena menangani pasien yang begitu bayak setiap harinya," kata Netty saat dihubungi pada Sabtu (17/10).

Atas hal itu, Netty mendesak sudah saatnya menempatkan tenaga medis bukan sebagai garda terdepan. Melainkan harus menaruhnya pada garda belakang penanganan Covid-19.

"Artinya masyarakat yang dipimpin oleh pemerintah-lah yang menjadi garda terdepan dalam melawan Pandemi Covid-19, bukan tenaga medis yang jumlahnya kian hari kian berkurang," imbuhnya

"Masyarakat harus terus menerapkan protokol kesehatan dan pemerintah harus membuat regulasi dan kebijakan yang mampu menurunkan transmisi Covid-19," tambahnya.

Padahal, Politisi PKS itu merasa sejak awal pandemi Covid-19 telah menegaskan kepada pemerintah agar menaruh perhatian terhadap tenaga kesehatan. Jangan sampai mengalami krisis dokter, lantaran banyak yang gugur.

"Tapi tampaknya hal ini tidak digubris secara serius oleh pemerintah. Bisa dibayangkan, jika 100 orang dokter saja yang meninggal dunia, dengan hitungan penanganan ideal maka ada 5.000 pasien yang tidak tertangani. Ini sangat disayangkan, mengingat tenaga medis sangat dibutuhkan di suasana pandemi seperti ini," tuturnya.

Sebelumnya, Tim Mitigasi PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia) melaporkan, sudah 136 dokter di Indonesia meninggal dunia akibat Covid-19. Jumlah ini terhitung sejak awal pandemi hingga 15 Oktober 2020.

"Total 136 dokter wafat akibat Covid," ujar External PR Lead untuk Tim Mitigasi PB IDI, Elizabeth, melalui keterangan tertulis, Kamis (15/10).

Dari 136 dokter meninggal akibat Covid-19, 69 di antaranya dokter umum. Empat dari 69 dokter tersebut merupakan guru besar.
Sementara 67 lainnya merupakan dokter spesialis dan residen.

"Rinciannya, 63 dokter spesialis (5 guru besar), serta 2 residen yang berasal dari 18 IDI wilayah (provinsi) dan 61 IDI cabang ( kota/kabupaten)," jelasnya.

Elizabeth menerangkan, berdasarkan data, ratusan dokter yang meninggal karena Covid-19 berasal dari 18 provinsi. Rinciannya, 32 dokter dari Jawa Timur, Sumatra Utara 23 dokter, DKI Jakarta 19 dokter, Jawa Barat 12 dokter, Jawa Tengah 9 dokter, Sulawesi Selatan 6 dokter, Bali 5 dokter dan Sumatra Selatan 4 dokter.

Kemudian Kalimantan Selatan 4 dokter, DI Aceh 4 dokter, Kalimantan Timur 3 dokter, Riau 4 dokter, Kepulauan Riau 2 dokter, DI Yogyakarta 2 dokter, Nusa Tenggara Barat 2 dokter, Sulawesi Utara 2 dokter, Banten 2 dokter dan Papua Barat 1 dokter. (mdk/bal)

Baca juga:
Penelitian: Golongan Darah O atau B Miliki Risiko Rendah Kena Covid-19
Data 18 Oktober: RSD Wisma Atlet Rawat 2.751 Pasien Covid-19
VIDEOGRAFIS: Penularan Virus Corona di Pesawat Sangat Rendah Jika Pakai Masker
Menlu Austria Positif Covid Usai Rapat dengan Para Menlu Uni Eropa
CEPI Tunjuk Bio Produksi Vaksin Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami