PKS Minta Pemerintah Pikir Ulang Bolehkan Warga di Bawah 45 Tahun Beraktivitas

PKS Minta Pemerintah Pikir Ulang Bolehkan Warga di Bawah 45 Tahun Beraktivitas
PERISTIWA | 12 Mei 2020 09:40 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Pemerintah memberi kesempatan kepada masyarakat yang usianya di bawah 45 tahun untuk beraktivitas kembali di masa pandemi virus corona (Covid-19) guna mencegah adanya PHK. Anggota DPR Fraksi PKS, Mardani Ali Sera meminta pemerintah tidak gegabah dan mengkaji dari semua sudut.

"Pertama semua kebijakan publik hendaknya selalu dipandang dari semua sudut. Pertimbangan ekonomi semata bisa menjadi bencana," kata Mardani lewat pesan kepada wartawan, Selasa (12/5).

Menurutnya, pemerintah belum punya road map jelas untuk menurunkan Covid-19. Ide membebaskan usia 45 tahun ke bawah pun bisa jadi kesalahan. Dia khawatir seperti Korea Selatan yang sekarang menghadapi serangan kedua corona.

"Covid-19 hanya bisa diselesaikan dengan pendekatan integral dan berani. Pemerintah pusat jangan lagi menyusahkan pemda," ujar dia.

Dia mengusulkan pemerintah membuat peta dengan jelas dan pendekatan sesuai dengan kondisi daerah. Contohnya, untuk wilayah hijau atau zona aman corona bisa dilonggarkan. Sedangkan, zona merah corona tetap harus diperketat.

"Justru tanpa peta, kita berjalan dalam kondisi buta. Mesti tes, tracking dan siagakan relawan RT dan RW," ucapnya.

1 dari 1 halaman

Penjelasan Gugus Tugas

Diberitakan sebelumnya, pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat yang masuk ke dalam kategori kelompok di bawah usia 45 tahun untuk beraktivitas kembali di masa pandemi virus corona (Covid-19). Hal ini untuk mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kelompok ini kita berikan ruang aktivitas lebih banyak sehingga potensi terkapar PHK kita kurangi," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam video conference usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (11/5).

Menurut dia, kelompok muda usia di bawah 45 tahun memiliki fisik yang sehat. Kalaupun terpapar corona, kata Doni, mereka cenderung tidak memiliki gejala.

"Mereka adalah secara fisik sehat, mereka punya mobilitas yang tinggi, dan rata-rata kalau toh mereka terpapar, mereka belum tentu sakit. Mereka tidak ada gejala," ucapnya.

Doni menjelaskan kondisi ini berbeda dengan kelompok rentan berusia 60 tahun ke atas yang memiliki risiko kematian hingga 45 persen. Kemudian, kelompok umur 46 -59 tahun namun memiliki penyakit comurbid seperti hipertensi, diabetes, hingga jantung.

"Kita tetap menjaga masyarakat untuk tidak terpapar virus corona tetapi juga kita harus berjuang secara keras agar masyarakat tidak terpapar PHK," jelasnya.

"Sebagaimana doktrin dalam menangani bencana mengatasi bencana tidak boleh menimbulkan bencana baru," sambung Doni.

Untuk itu, dia meminta agar semua masyarakat disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Dengan begitu, maka dapat mengurangi risiko terpapar virus corona.

"Pakai masker, jaga jarak, dan tidak menyentuh bagian dari sensitif dari wajah yaitu mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir sampai bersih," tutur Doni. (mdk/noe)

Baca juga:
Ogah Dirawat di RS, Pasien Positif Covid-19 di Bogor Pilih Berobat Alternatif
Iran Buka Kembali Semua Masjid Mulai Hari Ini, Menyusul Sekolah Pekan Depan
Menteri Jerman: Jangan Tunggu Keajaiban, Vaksin Covid-19 Tak Akan Ada Sebelum 2021
PSBB di Cianjur Tak Efektif, Warga Masih Berkerumun & Pemudik Memaksa Pulang Kampung
Pasien Corona Klaster Indogrosir Sleman Bertambah 6, Total Menjadi 13 Orang

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Curhat Siswa Lulusan Tanpa Ujian Nasional

5