PKS Sebut Debat Perdana Pilpres 2019 Kurang Gereget, Lebih Seru 2014

PERISTIWA | 18 Januari 2019 13:26 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid, mengaku kecewa dengan debat capres-cawapres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (18/1). Dia menilai para peserta debat tidak bisa tampil sesuai harapan publik.

"Jangan ada kisi-kisi, jangan ada pembocoran soal, ternyata semuanya dalam tanda kutip kecewa. Karena debat tadi malam tidak menampilkan apa yang diharapkan publik terkait eksplorasi dari yang apa seharusnya tersampaikan oleh capres dan cawapres," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/1).

Hidayat juga menilai kontestasi debat tidak menimbulkan efek gereget. Menurutnya, debat lebih seru saat Pilpres 2014 lalu.

"Saya berharap debat berikutnya KPU mengoreksi dan tidak lagi melaksanakan debat dengan cara seperti tadi malam. Moderator ya jadi moderator saja. Tidak perlu moderator yang bacakan pertanyaan," ungkapnya.

"Biarlah seperti yang dulu, ada moderator, tapi ada panelis yang bertanya kepada kandidat sehingga kemudian bisa dieksplorasi kualitas dan kemampuan tiap kandidat seperti apa," kata dia.

Wakil Ketua Dewan Penasihat pasangan capres-cawapres Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno ini menuturkan, para pasangan calon juga tidak memberikan variasi jawaban. Sebab, mereka sudah memiliki catatan kecil yang dibawa saat debat. Hal itu, kata dia terjadi karena KPU memberikan kisi-kisi pertanyaan pada pasangan calon.

"Ternyata ya banyak warga yang mengkritisi kok jawabnya masih pakai melihat catatan. Inikan menghadirkan dalam tanda kutip deligitimasi terhadap kebijakan KPU sendiri," ungkapnya.

Baca juga:
Respons Ganjar soal Prabowo Sebut Wilayah Jateng Lebih Luas dari Malaysia
Prabowo Sebut Tax Ratio RI Di Bawah 10 Persen, Ini Faktanya
Jokowi Tanya Soal Perempuan & Korupsi Ingin Tahu Konsistensi Kepemimpinan Prabowo
Pengamat soal Janji Prabowo Naikkan Gaji PNS: Itu Hal yang Tak Mudah
Prabowo Hendak Naikan Tax Ratio, eks Bupati Bilang 'Hanya Membebani Rakyat'
Prabowo Klaim Caleg Perempuan Gerindra Terbanyak, PSI Bantah dengan Data KPU
Prabowo Larang Sandiaga Singgung Kasus Novel dan Janji Penuntasan dalam 100 Hari

(mdk/lia)