Pledoi Eks Direktur Keuangan Jiwasraya Malah Memperberat Hukuman

Pledoi Eks Direktur Keuangan Jiwasraya Malah Memperberat Hukuman
PERISTIWA | 1 Oktober 2020 22:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pledoi mantan Direktur Keuangan Jiwasraya periode 2008-2018, Hary Prasetyo, mengakui telah melakukan manipulasi laporan keuangan atau window dressing. Menurut dia, hal itu dilakukan bersama Mantan Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018, Hendrisman Rahim.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur, meyakini, pledoi tersebut bisa menjadi bukti sekaligus niat jahat (mens rea) yang memberatkan vonis.

"Hakim dapat memasukkan fakta dan bukti itu di persidangan sebagai faktor pemberat vonis terhadap enam terdakwa kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Jiwasraya," tulis Isnur dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/10/2020).

Selain itu, lanjut Isnur, para terdakwa juga dapat dituntut menggunakan beberapa pasal tambahan, seperti perusakan barang bukti dan upaya menghalang-halangi penyidikan.

"Hal itu bisa dibebankan dalam pasal yang terpisah sehingga bisa jadi acuan hakim dalam melakukan putusannya," imbuh dia.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Hary Prasetyo dengan hukuman kurungan seumur hidup dan denda sebesar Rp 1 miliar. Sementara itu, Hendrisman Rahim dituntut hukuman penjara selama 20 tahun dengan besaran denda yang sama.

Kemudian, terdakwa lainnya, seperti mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan dituntut hukuman 18 tahun bui dan denda Rp 1 miliar.

Selain itu, terdakwa pihak swasta yakni Joko Hartono Tirto, dituntut dengan hukuman seumur hidup dan denda Rp 1 miliar. Namun untuk Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat, pembacaan tuntutan harus tertunda karena keduanya mengaku terinfeksi Covid-19. (mdk/ded)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami