Plt Gubernur Aceh minta DKP tingkatkan pengolahan ikan tuna

PERISTIWA » MAKASSAR | 6 Februari 2017 11:09 Reporter : Afif

Merdeka.com - Pelaksana tugas Gubernur Aceh, Mayjend (Purn) Soedarmo meminta kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) agar memperbanyak lakukan sosialisasi, agar pengolahan tuna bisa dilakukan dengan benar dan baik oleh nelayan Aceh. Menurut Soedarmo, pengolahan tuna secara khusus agar bernilai tinggi sehingga dapat menguntungkan masyarakat.

"Agar tuna yang telah dihasilkan oleh nelayan Aceh memiliki kualitas yang bagus, maka dinas terkait harus rutin menggelar sosialisasi kepada para nelayan tentang bagaimana mengolah tuna, karena dengan pengolahan yang tepat, maka kualitas tuna Aceh akan baik, hal ini tentu berimbas pada nilai jual dan kesejahteraan nelayan," kata Soedarmo di Banda Aceh, Senin (6/2).

Soedarmo mengatakan, saat melakukan peninjauan ke pusat pengolahan tuna milik PT Aceh Lampulo Jaya Bahari, di Komplek Pelabuhan Pendaratan Samudera Lampulo, mendapat penjelasan bahwa grade ikan tuna sangat berpengaruh pada proses pengolahannya. Hal senada dikatakan Quality Control PT Aceh Lampulo Jaya Bahari, Maya Sari, bahwa grade ikan tergantung pada proses pengolahannya.

"Saat ditangkap, tuna akan mengeluarkan enzim yang berpengaruh pada kualitas dagingnya, semakin lama dia hidup maka akan semakin banyak tuna tersebut mengeluarkan enzim yang akan berpengaruh negatif bagi kualitas tuna. Ada beberapa tips dan kiat yang sudah kami sampaikan kepada para nelayan agar tuna yang dihasilkan memiliki kualitas daging terbaik, namun tidak semua nelayan mengaplikasikan hal tersebut," kata Maya Sari.

Tak hanya tuna, perusahaan tersebut juga memasarkan gurita yang pasokannya selama ini berasal dari nelayan Sabang dan Pulo Aceh. PT Aceh Lampulo Jaya Bahari mengekspor tuna beku ke Singapura sebanyak tiga kali per minggu.

Untuk diketahui bersama, Pelabuhan Pendaratan Samudera (PPS) Lampulo adalah satu diantara tujuh PPS yang ada di seluruh Indonesia. Tiga diantaranya berada di Pulau Sumatera, yaitu di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. (mdk/gil)

Nelayan Cilacap keluhkan rusaknya lampu pandu dan suar

Tangkapan nelayan berkurang, harga ikan di pelelangan Makassar naik

KKP dampingi nelayan Pantura hentikan penggunaan cantrang

Kearifan nelayan Sembilang: Mangrove lestari, hasil laut diraih

Ganjar kembali dikeluhkan nelayan soal penggunaan cantrang

Menteri Susi minta PSDKP bisa kurangi kesenjangan nelayan RI

9 Hiu sirip hitam tertangkap jaring nelayan di perairan Selat Bali

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.