Plt Gubernur Sebut Aceh Kekurangan Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Plt Gubernur Sebut Aceh Kekurangan Ruang Isolasi Pasien Covid-19
PERISTIWA | 27 September 2020 01:04 Reporter : Afif

Merdeka.com - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan Provinsi Aceh membutuhkan 1.628 kamar untuk isolasi mandiri pasien Covid-19. Saat ini yang tersedia 759 kamar, sehingga masih kekurangan 869 kamar.

Estimasi itu, kata Nova berdasarkan perhitungan dengan asumsi dan perkiraan jumlah tes PCR swab per bulan sebanyak 32.888 orang, dengan tingkat positif 11 persen maka kasus positif bisa berjumlah hingga 3.260.

Dari jumlah ini, OTG atau bergejala ringan diperkirakan 90 persen atau sekitar 2.934 orang per bulan. Untuk itu dibutuhkan 1.628 ruang isolasi.

Selain itu, Nova Iriansyah mengatakan RSUDZA membutuhkan tambahan ruang RICU dan ruang isolasi pasien. Ia juga menjelaskan situasi terkini rumah sakit di kabupaten/kota dalam penanganan Covid-19. Nova mengatakan, total ruang isolasi di rumah sakit kabupaten/kota juga masih belum mencukupi sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.

"Idealnya, menurut hemat kami rumah sakit seperti RSUDZA harus memiliki kamar rawat kasus berat dan kritis sebanyak 225 tempat tidur. Oleh karena itu, kami mohon bantuan BNPB untuk keperluan Rumah Sakit Lapangan yang dikelola terpisah dari RSUDZA melalui rekan-rekan Forkopimda," kata Nova dalam rapat melalui video conference dengan Ketua Satuan Tugas Covid-19 Nasional, Doni Monardo, Sabtu (26/9).

Pertemuan tersebut digelar untuk membahas dan menyamakan persepsi terkait penanganan Covid-19 di Aceh. Selain Satgas Covid-19 kabupaten/kota, rapat juga diikuti secara langsung oleh Pangdam Iskandar Muda, Hassanudin, Kapolda Aceh, Wahyu Widada, Sekretaris Daerah, Taqwallah, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, serta para Asisten Sekda Aceh dan Kepala SKPA.

Selanjutnya, Nova juga menyampaikan kebutuhan ruang isolasi untuk pasien OTG di seluruh Aceh. Ia mengatakan, setidaknya ada 1.628 ruang isolasi tambahan yang perlu disediakan di seluruh daerah di Aceh.

Nova mengatakan, ruang isolasi OTG merupakan hal yang amat dibutuhkan Aceh, sebab dalam waktu dekat pemerintah Aceh akan melaksanakan tracking dan tracing untuk memenuhi standar WHO. Di mana pemerintah harus mengambil tindakan khusus untuk menemukan, mengisolasi, menguji, merawat, melacak dan mengkarantina mereka yang pernah kontak dengan pasien positif.

Doni Monardo menjelaskan, pihaknya siap memperkuat dan memprioritaskan Aceh dalam penanganan Covid-19. Untuk itu, pihaknya akan membantu sejumlah kebutuhan yang diperlukan Aceh dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.

"Presiden menugaskan saya untuk membantu Aceh," kata Doni Monardo. (mdk/cob)

Baca juga:
Doni Monardo: Disiplin Protokol Kesehatan saat Pandemi Covid-19 adalah Harga Mati
Satgas: Banyak Warga Yakin Tak akan Terpapar, Bahkan Tak Percaya Covid-19
Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Akmal Taher Mundur
Doni Monardo: 68 Persen Kematian Covid-19 di Banjarmasin Akibat Kegiatan Keagamaan
Doni Monardo: Siapa Bisa Menjamin Adanya Vaksin, Covid akan Berakhir?

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami