PNS dan pegawai swasta hamil di Aceh kini dapat jatah cuti 6 bulan

PNS dan pegawai swasta hamil di Aceh kini dapat jatah cuti 6 bulan
Ilustrasi Ibu Hamil. ©2014 Merdeka.com
PERISTIWA | 25 Agustus 2016 13:10 Reporter : Afif

Merdeka.com - Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang cuti hamil selama 6 bulan. Aturan itu berlaku bagi semua kalangan, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun swasta.

Cuti hamil selama 6 bulan itu tercantum dalam Pergub Nomor 49/2016 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif. Pasca terbitnya Pergub ini, ada beragam tanggapan.

Zaini didampingi istrinya, Niazah A Hamid, memberikan Surat Keputusan (SK) cuti hamil pertama kepada seorang pegawai Rumah Sakit Ibu dan anak (RSIA), Banda Aceh, Yenni Linda Yanti, kemarin. Yenni merupakan warga Aceh pertama mendapatkan cuti hamil selama 6 bulan.

"Ini sangat penting dan bermanfaat untuk bayi. ASI Eksklusif itu sangat dibutuhkan, sehingga antara ibu dan anak lebih dekat," kata Zaini Abdullah di RSIA, Banda Aceh, Kamis (25/8).

Menurut Zaini, bila ada yang tidak sepakat dengan keputusan itu tak menjadi soal.

"Tidak masalah kalau ada yang protes, tetapi ini untuk kebaikan kita semua," ujar Zaini.

Dukungan terhadap Pergub itu juga disuarakan oleh aktivis perempuan di Aceh. Mereka menilai telah aturan itu memenuhi hak perempuan dan bisa menjadi model bagi daerah lain di Indonesia.

"Pergub ini merupakan langkah strategis dan upaya proteksi untuk mencegah semakin meningkatnya kematian terhadap perempuan dan anak di Aceh," kata Yulindawati, salah seorang aktivis perempuan di Aceh.

Meski demikian, Yulindawati menyebutkan, para ibu merupakan Pegawai Negeri Sipil dilarang mendapatkan hak tunjangan apa pun selama cuti hamil, di luar gaji pokok. Hal itu buat memberi rasa adil bagi PNS bekerja penuh waktu.

Bagi tenaga kontrak di lingkup instansi dan juga perusahaan, jika pun tidak diberi gaji penuh, minimal para ibu itu diberikan upah setengah dari gaji pokok.

"Jadi perusahaan tidak terlalu terbeban dengan kebijakan tersebut, dan yang bekerja penuh waktu juga tidak mengalami kecemburuan sosial," ucap Yulindawati.

Pergub cuti hamil dan melahirkan berpedoman pada Peraturan No 33/2012 tentang pemberian ASI eksklusif kepada bayi. Hal itu juga bertujuan untuk menekan angka stunting, atau kondisi menyebabkan anak-anak mengalami tubuh lebih pendek atau tidak sesuai dengan usia.

Penyakit ini diakibatkan oleh kekurangan ASI eksklusif menyebabkan otak anak tidak tumbuh sempurna. Akhirnya berpengaruh pada kemampuan daya saing, kecerdasan, produktivitas, dan kemampuan motorik. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2010, 38,9 persen anak Aceh mengalami stunting. (mdk/ary)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami