Polda Banten Temukan Truk Fuso Angkut 25 Ton Gula Rafinasi Selundupan

PERISTIWA | 19 Desember 2018 10:59 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Polda Banten berhasil mengungkap upaya penyelundupan 25 ton gula rafinasi milik PT Delta Mandiri Packindo di Jalan KH Asnawi, Lingkungan Sumur Wuluh, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon pada Selasa (18/12) dini hari. Sembilan orang diamankan polisi dalam kasus ini.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Banten AKBP Novri Turangga mengatakan pengungkapan penggelapan 25 ton gula rafinasi tersebut bermula saat tim Jawara melakukan penyelidikan penggelapan gula rafinasi di wilayah Ciwandan Kota Cilegon.

"Setelah dilakukan penyisiran, kami menemukan sebuah mobil truk Mitsubishi Fuso berpelat nomor B 9407 UYZ yang diduga telah menurunkan gula rafinasi. Di lokasi yang sama, juga kita temukan satu unit Mobil Avanza berplat nomor A 1631 RM yang digunakan sebagai pengawalan truk fuso. Namun dalam keadaan kosong ditinggal sopir," katanya, Rabu (19/12).

Menurut Novri, dari penemuan dua kendaraan itu, Tim Jawara langsung melakukan pengembangan. Dalam pengembangan itu polisi berhasil mengamankan satu orang berinisial ER (45) yang diduga sebagai mediator.

"ER kemudian kita amankan, karena diduga terlibat sebagai mediator untuk menghubungi para karyawan yang berwenang untuk melakukan pengecekan bongkar muat barang yang berada di dalam Pelabuhan Indah Kita Merak guna memperlacar atau meloloskan truck atau barang yang akan digelapkan," ujarnya.

Lebih lanjut, Novri menjelaskan dari penangkapan ER tersebut, polisi akhirnya dapat mengungkap kedelapan pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam penggelapan gula rafinasi tersebut. Kedelapan pelaku yaitu berinisial MR (32), IFB (22), NYL (23), DF (24), ICN (28), MA (23), HM (23) dan CK (39).

"Kesembilan pelaku ini memiliki perannya masing masing, ada yang menjadi mediator, satpam, checker atau pemeriksa dokumen agar gula rafinasi ini bisa lolos," jelasnya.

Novri menambahkan modus penyelundupan gula rafinasi tersebut yaitu dengan melakukan mark up dengan melibatkan semua unsur petugas di lapangan, dengan cara melakukan bongkar muat dua kendaraan dengan menggunakan satu dokumen.

"Satu dokumen untuk dua kendaraan. Kasus ini sedang kita kembangkan, sejauh ini mereka kembali menjual gula ini ke perusahaan lagi bukan untuk dikonsumsi masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Operator Jasa Pengiriman Ekspedisi Teddy mengaku sudah mencurigai adanya dugaan penggelapan gula rafinasi yang dilakukan oleh anak buahnya tersebut. Namun kasus itu lebih dulu terungkap oleh Polda Banten.

"10 Hari yang lalu sudah diperingatkan, karena ada indikasi kecurangan, seperti barang diturunkan di jalan dan mobil ditinggal," katanya.

Baca juga:
Polisi Tangkap Dua Pelaku Penggelapan Migas di Bali
Pelabuhan Gelap Pesisir Timur Sumatera Jadi Pintu Masuk Penyelundupan Barang Ilegal
Ilegal, 2.146 Kepiting Bertelur asal Papua Disita BKIPM Bandara Soekarno Hatta
Selundupkan Motor Curian Dengan Ditutupi Durian, Haririn Ditangkap Polisi Gilimanuk
Bea Cukai-Kastam Gagalkan Penyelundupan Minyak Mentah hingga Satwa Dilindungi
BBKP Surabaya sita 481 ekor burung eksotis ilegal, 133 ekor di antaranya mati

(mdk/rhm)

TOPIK TERKAIT