Polda Jateng Maksimalkan Sistem ETLE di Semarang, Solo dan Banyumas

Polda Jateng Maksimalkan Sistem ETLE di Semarang, Solo dan Banyumas
Kamera Tilang Elektronik ETLE. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
PERISTIWA | 24 Januari 2021 10:02 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng akan menerapkan sistem tilang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di tiga daerah Semarang, Solo, dan Banyumas pada Februari 2021. Nantinya pemasangan ETLE ditempatkan dinilai wilayah yang rawan masyarakat melakukan pelanggaran lalu lintas.

"Jadi pemasangan ETLE bertahap, kami juga sudah siapkan lokasi-lokasi mana yang rawan pelanggaran seperti pelanggaran marka jalan, rambu rambu, tidak pakai sabuk pengaman, dan melawan arus. Intinya kita akan maksimalkan program ETLE," kata Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol Rudy Syafirudin, Minggu (24/1).

Dia menyebut dengan adanya sistem tilang elektronik atau e-tilang nantinya akan ada beberapa lokasi yang dipasang circuit closed televisi (CCTV) untuk merekam kondisi lalu lintas. Sehingga, jika ada pelanggar lalu lintas langsung terekam dan terdata di kepolisian.

"Itu akan meminimalisasi pelanggaran yang dilakukan aparat kepolisian saat memberikan sanksi terhadap pelanggar lalu lintas," jelasnya.

Sedangkan untuk Kota semarang telah memiliki 3 CCTV ETLE dan segera akan di -launching bulan depan. Idealnya, ETLE ini seharusnya ada di kota-kota besar, seperti di Kota Semarang, sebelum dilakukan survey sementara tercatat ada 30 titik yang harus dipasang, namun setelah dilakukan disurvei secara lebih cermat, tercatat ada sekitar 50-60 titik yang perlu dipasangi ETLE.

"Nanti akan kita koordinasikan dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Pendapatan Daerah. Pak Gubernur juga menyambut baik gagasan Kapolri, kalau bisa dijadikan suatu central Solo dan Semarang," ungkapnya.

Sebelumnya, Calon kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Polri mendukung inovasi dan industri kreatif yang memberikan kontribusi kepada perubahan dan kemajuan kehidupan bermasyarakat. Untuk itu, secara bertahap Kepolisian RI akan mengedepankan mekanisme penegakan hukum berbasis elektronik di bidang lalu lintas atau electronic traffic law enforcement (ETLE).

Sigit menjelaskan tujuan lain dari mengoptimalkan ETLE yaitu untuk mengantisipasi penyimpangan- penyimpangan yang dilakukan anggota saat proses penilangan secara langsung.

Nantinya, Polantas yang bertugas di lapangan hanya perlu mengatur lalu lintas saja tanpa melakukan penilangan jika ada pengendara yang melanggar aturan. Sebab, para pelanggar tersebut sudah otomatis tertilang dengan ETLE. Dia pun berharap, hal itu bisa mengubah ikon atau wajah Polri menjadi lebih baik lagi khususnya bagian lalu lintas. (mdk/eko)

Baca juga:
Polda Metro Targetkan 100 Kamera Tilang Elektronik Terpasang pada 2021
Wacana Polisi Tak Lagi Tilang Fisik, Beragam Cerita Warga Hadapi Polantas di Jalan
Mengintip Kesiapan Polda Metro Dukung Komjen Sigit Ganti Tilang Manual ke ETLE
Polda Metro: Polisi Tilang Pengendara di Jalan Dihapus Secara Bertahap
Bantu Polisi, Pengelola Tol dan Transjakarta Diminta Pasang Kamera Pemantau ETLE
Dukung Tilang Dihapus, Kompolnas Minta Komjen Sigit Sanksi Anggota Lakukan Pungli

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami