Polda Jateng Ungkap Perampokan Toko Emas di Blora Libatkan Pensiunan TNI

Polda Jateng Ungkap Perampokan Toko Emas di Blora Libatkan Pensiunan TNI
PERISTIWA » MALANG | 17 September 2020 01:03 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Direskrimum Polda Jateng mengungkap komplotan perampok berasal dari Jawa Timur yang melakukan aksinya di toko emas Kabupaten Blora. Satu pelaku melibatkan pensiunan TNI SFK warga Kabupaten Malang, TR (23) warga Surabaya dan MAE (28) warga Kabupaten Gresik.

"Hasil pengembangan komplotan pelaku perampokan toko emas melibatkan pensiunan TNI. SFK ini berperan sebagai eksekutor kami tembak kakinya," kata Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jateng, Kombes Pol Wihastono Yoga Pranoto, Rabu (16/9).

Dalam aksinya, dia mengungkapkan, pelaku dibekali senjata api jenis softgun. Satu pelaku nekat menodongkan pistol ke arah karyawan meminta untuk menyerahkan uang. Polisi yang melakukan penyelidikan sempat kesulitan, sebab pelaku menggunakan masker saat beraksi.

"Pelaku sulit dikenali, mereka pakai masker. Berkat kejelian petugas, akhirnya komplotan perampok asal Jawa Timur itu berhasil ditangkap di tempat terpisah. SFK ditangkap di Subah, Kabupaten Batang, Jateng, sedangkan dua pelaku di tangkap di Surabaya," ungkapnya.

Terkait senjata api, pihaknya menduga SFK sudah mahir menggunakan senjata softgun yang sudah dimodifikasi. Maka dari, itu bertugas eksekusi.

"Jadi SFK gunakan senpi itu ada dugaan sudah mahir. Segala eksekusi dia yang menentukan, lainnya bertugas mengawasi," jelasnya.

Dari hasil merampok toko emas, komplotan berhasil menggasak 117 perhiasan emas dengan kerugian Rp274 juta. Hasil merampok rencananya emas dijual untuk membayar utang dan dibagi bersama dua pelaku lainnya.

"Hasil emas dijual ke wilayah Lembang, Subang, Indramayu dan Cirebon. Mereka jual di pinggiran toko emas, sisanya bayar utang dan untuk kebutuhan hidup," tuturnya.

Wihastono juga menjelaskan tersangka SFK merupakan residivis kasus penggelapan, dan MAE merupakan residivis kasus curanmor. Dari tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai Rp33 juta dan perhiasan emas sebanyak 30 buah.

"Para pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara," ungkap Wihastono. (mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami