Polda Jatim Bidik Anggota MeMiles yang Sengaja Tidak Kembalikan Hadiah

PERISTIWA | 23 Januari 2020 21:15 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Selain berupaya mengembalikan aset anggota investasi bodong MeMiles, polisi juga fokus kepada pembongkaran tindak pidana pencucian uang (TPPU). TPPU ini akan membidik kepada orang-orang yang dengan sengaja tidak mengembalikan aset atau hadiah yang diperoleh dari MeMiles.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, saat ini pihaknya tengah membentuk tim yang akan menangani khusus tentang TPPU kasus investasi bodong MeMiles.

"Ada LP lain yang kini sedang kami bentuk tim, dan ini sudah berjalan, yakni tentang TPPU," tegasnya, Kamis (23/1).

Tim ini, tambahnya, secara khusus akan membidik aset-aset yang belum terjaring polisi. Aset-aset yang dimaksud adalah aset yang masih berada di tangan para member MeMiles dan belum diserahkan ke polisi.

"Nanti untuk aset-aset yang belum terjaring ini akan dimasukkan ke TPPU. Demikian," tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, saat ini aset PT Kam and Kam mencapai Rp761 miliar. Jika dikurangi dengan uang yang telah disita sebesar Rp124 miliar ditambah dengan aset mobil dan hadiah-hadiah lainnya, ia memperkirakan masih ada aset sisa sekitar Rp350 miliar.

"Kan dari Rp761 (miliar) dikurangi Rp124 (miliar) yang kita sita ini, dikurangi beli mobil dan reward kurang lebih (masih ada sisa) Rp350 miliar," katanya, Jumat (17/1).

Terkait dengan sisa aset Rp350 miliar itu, Gidion mengakui polisi masih kesulitan melakukan pelacakan terhadap aliran aset tersebut didistribusikan kemana saja. Sebab, hingga kini tersangka utama (Sanjay, Direktur PT Kam and Kam) masih belum mau membuka diri.

"Kalau dari analisa kasar kami, kurang lebih ada sekitar Rp350 miliar yang tidak dapat ditrace (dilacak) pendistribusiannya. Dan itu masih tertutup oleh si tersangka utama," tegasnya.

Dia mengimbau, kalau ada member MeMiles yang merasa telah diuntungkan dari bisnis ilegal ini, maka ia harusnya merasa bahwa reward yang diterima merupakan milik dari member MeMiles lainnya.

Kasus investasi bodong MeMiles dibongkar oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur. Dalam kasus ini polisi telah menetapkan 5 tersangka yaitu Kamal Tarachan (47), selaku Direktur PT Kam n Kam; Suhanda (52), sebagai manajer.

Kemudian dr Eva Martini Luisa, sebagai motivator; Prima Hendika, Kepala Tim IT Memiles, serta W, orang kepercayaan direktur PT Kam and Kam yang bertugas membagi reward kepada para member.

Polisi juga menyita barang bukti uang tunai dari tersangka sebesar Rp128 miliar, 20-an unit mobil, dua sepeda motor, serta puluhan barang elektronik dan beberapa aset berharga lainnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Ari Sigit Diduga Jadi Konsultan dan Menerima Aliran Dana Rp 3 Miliar dari MeMiles
Polisi Periksa Bagian Keuangan Investasi Bodong MeMiles
Daftar Penerima Mobil dari MeMiles, Cucu Soeharto, Pejabat Hingga Penyanyi Ello
Polisi Sita 2 Mobil Alphard Milik Keluarga Cendana, Begini Penampakannya
VIDEO: Akui Jadi Member MeMiles, Ari Sigit Terima 2 Alphard
Diperiksa Polisi Soal MeMiles, Cucu Presiden Soeharto Akui Terima Dua Mobil
Tata Janeeta Penuhi Panggilan Polisi Terkait Investasi Bodong MeMiles

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.