Polda Metro Jaya Sebut Kasus Alvin Lim Masuk Tahap Penyidikan

Polda Metro Jaya Sebut Kasus Alvin Lim Masuk Tahap Penyidikan
PERISTIWA | 2 Juni 2020 21:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kasus pencemaran nama baik terhadap pengusaha Raja Sapta Oktohari (RSO) memasuki babak baru. Polda Metro Jaya telah menaikkan kasus tersebut ke penyidikan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan, naiknya pelaporan RSO tersebut ke tahap penyidikan. Polisi telah melakukan gelar perkara atas laporan itu.

"Sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan. Terlapor atas nama AL, sudah dilakukan pemanggilan tapi tidak datang," katanya di Jakarta, Selasa (2/6).

Kendati demikian, dia belum menyebutkan kapan penetapan tersangka akan dilakukan. Karena saat ini sedang dilakukan pendalaman.

Sementara itu, kuasa hukum RSO, Welfrid Silalahi mengaku, telah berkomunikasi dengan Polda Metro Jaya perihal pelaporan kliennya. Dia mengapresiasi atas proses hukum yang dilakukan para penyidik terhadap kasus ini.

"Informasi yang kami terima dari Polda Metro, sudah naik ke penyidikan," katanya saat dihubungi.

Apakah dengan demikian akan ada tersangka? Welfrid mengaku belum mendapatkan informasi terkait hal tersebut. Namun lazimnya, ketika naik ke penyidikan, polisi akan menetapkan tersangka.

RSO melaporkan akun Facebook LQ Indonesia Lawfirm, kantor hukum advokat Alvin Lim, atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik ke Polda Metro Jaya pada 10 April 2020. Laporan diregistrasi dengan nomor LP/2257/VI/YAN.25/2020 SPKT PMJ.

RSO menyatakan terlapor diduga melanggar Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). RSO meyakini tindakan para pelapor memenuhi unsur-unsur pidana dalam pasal-pasal dimaksud.

"Terlapor telah menjustifikasi dengan menyebut klien kami menipu, mengambil hak masyarakat dan lainnya. Apa yang dikatakan ini jelas mendahului proses hukum dan tidak berdasar. Karena itu kami sangat yakin unsur-unsur pidana sebagaimana kami laporkan terpenuhi," jelas Welfried.

RSO sebelumnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Alvin Lim atas kasus sengketa investasi. Namun, dia menduga ada motif lain di balik pelaporan tersebut. Menurutnya, ada pihak-pihak yang sengaja ingin mendiskreditkan RSO sekaligus ayahnya, Oesman Sapta Odang (OSO).

Dia bahkan telah mengendus adanya tindakan lain untuk terus menyudutkan kliennya dengan menyebarluaskan fitnah. Untuk itu dia menegaskan, segala bentuk penyebaran fitnah bakal ditindaklanjuti ke ranah hukum.

Sementara itu Alvin Lim melalui akun LQ Indonesia Lawfirm menyebut siap menghadapi laporan RSO. Menurut dia, FB LQ Indonesia semata-mata untuk kepentingan umum yaitu imbauan agar masyarakat berhati-hati.

"Saya akan melawan dengan risiko apapun demi membela kepentingan umum terutama membela hak-hak para korban investasi," tulisnya dalam akun tersebut. (mdk/fik)

Baca juga:
Hina Kapolda Papua di Media Sosial, 2 Aktivis KNPB Ditangkap
Kasus Pencemaran Nama Baik Anggota DPR, Polisi Periksa Sekda Agam
Kasus Latuconsina, Polda Metro Segera Panggil Pelapor Andre Taulany & Rina Nose
Buruh Serabutan Ditangkap usai Samakan Polisi dengan Binatang
Dugaan Pencemaran Nama Baik Luhut, Perekam Wawancara Said Didu Dipanggil Polisi
Plesetkan Marga Latuconsina, Andre Taulany dan Rina Nose Dilaporkan ke Polisi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5