Polda Papua Barat Bantah Video Viral Sebut Separatis Bakar Mess Karyawan di Maybrat

Polda Papua Barat Bantah Video Viral Sebut Separatis Bakar Mess Karyawan di Maybrat
TPNPB Klaim Bakar Perusahaan Kayu di Maybrat. ©2021 Merdeka.com/Nur Habibie
NEWS | 3 Desember 2021 11:03 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Polda Papua Barat membantah video beredar menyebut TPNPB-OPM membakar basecamp di sebuah perusahaan kayu yang berada di Maybrat, Papua Barat. Pembakaran itu disebut-sebut terjadi pada 1 Desember 2021 lalu, sekira pukul 17.00 waktu setempat.

"Terkait dengan video viral adanya kelompok dari KNPB Militan yang mengklaim bahwa mereka yang membakar dengan tujuan tertentu dan diviralkan dan disampaikan dari hasil yang diperoleh oleh Kapolres Sorong bahwa itu tidak benar," kata Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Adam Erwindi, Jumat (3/12).

"Jadi kelompok itu datang setelah dilakukan pembakaran yang dilakukan tersangka LK. Sementara kami masih mendalami situasi yang ada di lokasi tersebut," sambungnya.

Lalu, terkait dengan LK yang disebutnya melakukan pembakaran basecamp tersebut. LK sendiri diketahui merupakan seorang karyawan perusahaan kayu tersebut.

"Jadi keterangan yang didapat oleh Kapolres Sorong Selatan, yang dimana konfirmasi dari salah satu pemilik atas nama Christian menyampaikan bahwa membenarkan kejadian tersebut, dan pembakaran dilakukan oleh salah satu karyawannya atas nama inisial LK," jelasnya.

Apa yang dilakukan oleh LK itu lantaran sakit hati karena telah diberhentikan dari perusahaan tersebut. Namun sebelum melakukan pembakaran, LK lebih dulu melakukan pemalangan pada 28 November 2021 di perusahaan itu.

"Pada tanggal 1 Desember melakukan pembakaran tersebut. Atas perbuatan LK, kami dari Polres Sorong Selatan dan Papua Barat akan melakukan, mencari, menangkap dan memproses yang bersangkutan untuk mempertanggungjawabkan secara hukum," tutupnya.

Sebelumnya, Jubir KOMNAS TPNPB OPM Sebby Sambom menyebut, telah melakukan pembakaran di PT. Bangun Kayu Irian yang berada di Maybrat, Papua Barat.

Alasan mereka melakukan pembakaran terhadap perusahaan itu, karena perusahaan itu dianggap sudah beroperasi sejak lama dari sungai Kamundan hulu sampai hilir dan pemilik perusahaan disebutnya seorang TNI.

"Hal ini Kami terima laporan dari PIS TPNPB yang kerja di peruhaan ini dan kami menolak 100 persen tidak boleh masuk lagi. Segala bentuk pembangunan di tanah papua kami tolak dan kami akan lakukan tindakan sama seperti ini," ujar Sebby dalam pesan ya beredar.

"Hak politik Papua terjadi karena kekayaan ini salah satu perusahaan besar
Mulai hari ini juga kami tolak tidak bole masuk lagi," sambungnya.

Berikut sejumlah barang yang diklaim dibakar TPNPB :

1. Kantor PT. Bangun Kayu Irian
2. Delapan rumah/barak Base camp PT. Bangun Kayu Irian.
3. Exavator 1 unit.
4. Doser 1 unit.
5. Mobil Hartop 1 unit.
6. Mesin 1 unit.
7. Mesin lampu 1 unit. (mdk/rhm)

Baca juga:
Panglima TNI Jenderal Andika Janji Kawal Kasus HAM di Papua: Hukum juga Komandannya
Temui Wapres, Kasad Dudung Sampaikan Strategi Penanganan Keamanan Papua
Polda Papua Amankan 7 Orang Pengibar Bendera Bintang Kejora di GOR Cenderawasih
Pesan Tegas Jenderal TNI Dudung: KKB Bukan Musuh Jangan Berpikir Membunuhnya!
Wapres Minta Panglima TNI Jenderal Andika Intensif Pantau Papua
Mahfud MD dan Panglima TNI Bertemu Bahas Penanganan Papua dan Pelanggaran HAM

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami