Polda Riau Gandeng Bareskrim Tangani Perkara 2 Perusahaan Diduga Terlibat Karhutla

PERISTIWA | 9 Oktober 2019 20:08 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau mendalami kasus kebakaran hutan dan lahan di area milik PT Adei Plantations and Industry (PT AP) di Kabupaten Pelalawan, dan PT Teso Indah (TI) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Direktur Reskrimsus Polda Riau AKBP Andri Sudarmadi mengatakan, dia bersama Bareskrim Polri sedang menangani kasus kebakaran lahan PT Adei. Empat hektare lahan perusahaan itu telah dipasang garis polisi.

"Bareskrim dengan Ditreskrimsus, sifatnya joint investigation. Bermarkas di Kantor Ditreskrimsus Polda Riau. Kasus PT AP masih berjalan," kata Andri, Rabu (9/10).

Penyidik menduga lahan tersebut sengaja dibakar untuk kebutuhan penanaman sawit. Sejumlah saksi dipanggil, termasuk Bupati Pelalawan H Harris selaku kepala daerah yang mengeluarkan izin terhadap perusahaan milik pengusaha asal Malaysia itu.

Sedangkan terhadap PT TI, penanganan perkaranya masih dalam proses penyelidikan. Polda Riau sudah melayangkan surat pemanggilan kepada badan Pertanahan Nasional (BPN), Dinas Perkebunan baik provinsi maupun kabupaten setempat.

Andri menyebutkan, tim ahli sedang berada di lokasi PT TI yang terbakar di Kabupaten Inhu. Parahnya, lahan terbakar di perusahaan sawit itu mencapai 63 hektare. Tim satgas karhutla sampai kerepotan melakukan pemadaman di sana.

"Prosesnya masih berjalan, dalam waktu dekat ditingkatkan ke penyidikan," ucap Andri.

Sebelumnya, Manager Operasional PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) berinisial AOH menjadi tersangka kasus kebakaran hutan. Dia ditahan Polda Riau. Sejumlah barang bukti ditemukan polisi di lahan yang terbakar.

"Lahan terbakar sekitar 155 hektare ‎itu merupakan lahan kosong. Ada unsur kesengajaan, karena memang lahan kosong. Kemudian pada areal terbakar ditemui telah dilakukan pembatasan dengan kanal oleh PT SSS," ujar Andrie.

Polisi juga menduga pihak manajemen perusahaan sengaja membakar lahan untuk keperluan penanaman sawit baru. Ketika lahan semak belukar itu ludes terbakar, maka akan ditanami bibit sawit.

Bibit sawit itu sengaja disiapkan untuk ditanami di lahan bekas terbakar yang luasannya mencapai 155 hektare. Selain bibit sawit, ada juga tanaman sawit yang dibuat tidak tersusun rapi.

Baca juga:
Kasus Pembakaran Lahan, Bibit Sawit hingga Pos Sekuriti PT SSS Jadi Barang Bukti
VIDEO: Ini Bos PT SSS Tersangka Kebakaran Hutan di Riau
Lahan Seluas 50 Hektare di Indragiri Hulu Terbakar
Bos PT SSS Ditahan Terkait Kasus Kebakaran Hutan di Riau
Sebabkan Karhutla, 64 Perusahaan Disegel
Tanggapi Tuntutan Mahasiswa, Gubernur Riau Akan Bekukan Izin Korporasi Pembakar Hutan

(mdk/cob)