Polda Riau Tangkap Sindikat Rampok Truk Tangki Pakai Senjata Api

Polda Riau Tangkap Sindikat Rampok Truk Tangki Pakai Senjata Api
PERISTIWA | 17 Juli 2020 22:02 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Personel Polda Riau berhasil menangkap sindikat rampok bersenjata api. Dalam aksinya, para pelaku sempat membawa kabur satu unit truk tangki milik PT Sawita Pasaman Jaya (SPJ) yang berisikan 27,36 ton Crude Palm Oil (CPO).

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau juga menggulung para penadah. Total 12 tersangka yang berhasil dibekuk dari sindikat itu.

Untuk sindikat begal truk CPO, Subdit Kejahatan dan Kekerasan Polda Riau menangkap empat pelaku. Sindikat ini diotaki pria inisial RC karena berperan sebagai perencana, mencari truk tangki CPO dan melukai sopir.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Zain Dwi Nugroho, sindikat ini terakhir kali beraksi pada April lalu. RC bersama pelaku lain, CH, KW dan PD, mencegat truk CPO di Jalan Duri-Dumai, Kabupaten Bengkalis.

"Usai truk CPO dicegat, sopirnya ditodong senjata api rakitan. Sopir dibekap, kemudian mulut dan mata dilakban lalu dipindahkan ke mobil lain," kata Zain, Jumat (17/7).

Setelah sopir lumpuh, CPO dalam truk dipindahkan ke truk lainnya lalu dibawa ke lokasi penampungan. Selanjutnya, hasil jarahan ini dijual ke pelaku lainnya berinisial DN.

"DN ini masih dalam pengejaran, untuk empat tersangka ini ditangkap pada Mei lalu. Semuanya pernah terlibat kejahatan alias residivis," kata Zain.

Sementara itu, untuk sindikat kencing dan penampungan CPO, Polda Riau menangkap delapan pria. Beberapa di antaranya merupakan pekerja dari sebuah perusahaan sawit dan mendapatkan bantuan dari pabrik kelapa sawit di Kabupaten Siak.

Modusnya, satu tersangka membawa CPO dari perusahaannya lalu menyalinnya ke sebuah truk yang sudah menunggu di sebuah lokasi. Hasil salinan ini dibawa ke sebuah penampungan dan dijual ke pabrik.

Aksi penjualan ini berjalan mulus karena para tersangka mendapat surat pengiriman barang dari sebuah perusahaan. Keterlibatan karyawan di perusahaan ini tengah diusut penyidik.

"Hasil kencing CPO ini dijual ke pabrik di Kota Dumai. Saat ini masih diburu donatur yang membiayai lokasi penampungan," kata Zain.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 374 dan atau Pasal 372 dan atau Pasal 480 juncto Pasal 55, 56 KUHP. Delapan tersangka juga dijerat Pasal 24 ayat 1 juncto Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

"Ancamannya hukuman penjara paling lama 5 tahun," kata Zain.

Dari dua sindikat ini, penyidik menyita empat truk CPO. Petugas juga menyita senjata api, uang tunai hasil penjualan CPO, lakban untuk melumpuhkan sopir truk dan peralatan minyak lainnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Sekap Korban Hingga Tewas, Komplotan Perampok Ala Ninja Asal Pasuruan Dibekuk Polisi
CEK FAKTA: Tidak Benar Tim Buser Tembak Mati Pelaku Perampokan Sopir Truk di Bandung
Gasak HP Milik Putri, Benjol Diganjar Tembakan oleh Polisi
Rampok Anggota Panwascam Belawan, Narapidana Asimilasi Ditembak Polisi
Perampok di Samarinda Tepergok Sandera Balita 1,5 Tahun
Ngaku Polisi, Rampok Ini Beraksi dengan Modus Periksa Surat Kendaraan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami