Polda Sulsel Larang Aksi Demo Hingga Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

PERISTIWA | 15 Oktober 2019 12:15 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Polda Sulawesi Selatan mengeluarkan diskresi kepolisian untuk melarang aksi demonstrasi mulai Rabu 16 Oktober 2019 hingga pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober 2019.

"Diskresi kepolisian itu diambil dalam rangka menciptakan suasana aman dan kondusif pada saat pelantikan presiden dan wapres," tutur Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe dalam keterangannya, Selasa (15/10).

Guntur menegaskan, meski pelantikan Jokowi dilaksanakan di Jakarta, wilayah Indonesia lainnya juga harus tetap kondusif. Untuk itu, dia memastikan Sulsel menjadi daerah yang aman dan tertib selama momen itu berlangsung.

"Apalagi gelaran itu akan dihadiri tamu VVIP dari berbagai negara sahabat dan akan ditonton seluruh rakyat Indonesia," jelas dia.

Untuk itu, Polda Sulsel akan menolak setiap surat permohonan izin aksi unjuk rasa hingga pelantikan Jokowi selesai dilaksanakan.

"Mulai besok tanggal 16 Oktober sampai tanggal 20 Oktober 2019 sudah diberlakukan. Setelah tanggal 20 Oktober, aspirasi boleh disampaikan kembali. Jadi diskresi kepolisian ini dikeluarkan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia," ucap Guntur.


Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Wapres JK Ingatkan Pentingnya Keseimbangan dalam Pemerintahan
Bahas Pelantikan Presiden, Ketua MPR Undang Kapolri, Mensesneg Hingga KaBIN
Bamsoet Minta Mahasiswa Tidak Demo Saat Pelantikan Presiden
Aksi Damai Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden
VIDEO: Pimpinan MPR Geruduk Kediaman Sandiaga, Antar Undangan Pelantikan Presiden

(mdk/noe)