Polda Sumsel Rekomendasikan Cabut Izin PT HBL karena Langgar Aturan

PERISTIWA | 23 September 2019 18:11 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Selain diproses secara pidana, PT HBL yang beroperasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, terancam tidak lagi beroperasi. Hal ini menyusul tindak pidana kebakaran hutan dan lahan dengan tersangka AK, direksi perusahaan itu.

Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan mengungkapkan, PT HBL memiliki izin kemitraan dalam penguasaan hutan produksi yang terbakar pada 2015 lalu. Tetapi, penyidik justru menemukan kebun tanaman sawit di lahan perusahaan itu.

"Konsesi yang seharusnya ditanam sesuai izinnya adalah tanaman kayu keras. Tapi lahan yang terbakar sebagian kebun sawit, tidak termasuk izinnya," ujarnya, Senin (23/9).

Oleh karena itu, pihaknya akan mengajukan rekomendasi pencabutan izin PT HBL yang telah beroperasi sejak 2016 lalu. Hanya saja, penyidik menunggu hasil putusan hakim di pengadilan nanti.

"Rekomendasi ke pemerintah kita lihat prosesnya, lihat putusan di sidangnya," tegasnya.

Baca juga:
Pemprov Jambi Gratiskan Biaya Rumah Sakit Warganya yang Menderita ISPA
Terlibat Kasus Karhutla, Direktur PT HBL Dikenakan Pasal Berlapis
Bos Bappenas Sebut Potensi Kebakaran Hutan di Ibu Kota Baru Masih Kecil
Kepala BNPB Sebut Karhutla Sulit Diatasi, Ini Penyebabnya
Cerita Kakek Apendi, Jadi Tersangka Karhutla Usai Bakar Jerami di Lahan 5x2 Meter
Polri Tetapkan 296 Orang dan 9 Korporasi Tersangka Karhutla

(mdk/cob)