Polda Sumsel Sita Barang Bukti Penipuan Ternak Lele DHD

Polda Sumsel Sita Barang Bukti Penipuan Ternak Lele DHD
Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki
NEWS | 20 Oktober 2021 00:31 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan kembali menyita sejumlah barang bukti milik Koperasi Darsa Hakam Darussalam (DHD) Farm Indonesia terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi ternak lele. Penambahan tersangka masih terbuka lebar setelah tiga petinggi perusahaan itu dinaikkan statusnya menjadi penyidikan.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Masnoni mengungkapkan, penyitaan didapat dari hasil penggeledahan kantor PT DHD di Palembang. Barang bukti itu cukup menguatkan penyidik memproses kasus ini.

"Beberapa barang bukti kami sita kembali. Ini meneruskan laporan para korban," ungkap Masnoni, Selasa (19/10).

Menurutnya, barang bukti itu berupa data perusahaan dan para korban. Data ini sangat penting karena dari situ diketahui jumlah investasi dan total korban yang menginvestasikan uangnya dalam pembangunan kolam ikan lele.

"Kita sita dokumen berkaitan data pembayaran investasi, data mitra, data legalitas PT DHD, dan bukti pembukuan serta laptop yang ada di kantor DHD. Kita akan pelajari lebih dahulu soal data yang sudah ada ini," ujarnya.

Dikatakan, penambahan tersangka sangat terbuka lebar sesuai hasil pemeriksaan. Sejauh ini sudah tiga petinggi DHD yang ditetapkan tersangka. Yakni Direktur Keuangan DHD inisial IW, Komisaris Utama PT DHD berinisial HW, dan mantan Dirut PT DHD inisial DS.

"Sejauh ini sudah tiga tersangka, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain tergantung pemeriksaan dokumen yang kita amankan hari ini," pungkasnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Direktur Keuangan DHD Ditetapkan jadi Tersangka Kasus Penipuan Ternak Lele
Bareskrim Tangkap 10 DPO Kasus Trafficking hingga Penipuan Rp208 Miliar
Polresta Mataram Ungkap Kasus Penipuan Modus Sewa Mobil untuk WSBK
Anak Nia Daniaty Kembali Dicecar 42 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Penipuan CPNS
Polisi Kembali Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Jakarta Utara

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami