Polisi Akan Jerat Pimpinan Paguyuban Tunggal Rahayu dengan Pasal Penipuan

Polisi Akan Jerat Pimpinan Paguyuban Tunggal Rahayu dengan Pasal Penipuan
PERISTIWA | 9 September 2020 19:12 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Kepolisian Resor Garut, hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap Paguyuban Tunggal Rahayu. Dari hasil penyelidikan sementara, kepolisian menemukan sejumlah fakta yang bisa menjerat paguyuban yang berada di Garut selatan itu.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Garut, AKP Maradona Armin Mapapseng mengatakan bahwa setelah melakukan penyelidikan selama dua hari, polisi sementara menemukan unsur penipuan dalam kegiatan yang dilakukan oleh Paguyuban Tunggal Rahayu.

"Beberapa fakta terkait unsur penipuan memang kita temukan saat kita memeriksa beberapa saksi dari mantan anggota yang sudah keluar. Unsur penipuannya saat mengajak dan mengiming-imingi akan diberi deposito emas kepada calon pengikutnya. Jadi ada kata-kata bohongnya," katanya, Rabu (9/9).

Iming-iming tersebut, jelas Maradona, dilakukan oleh pemimpin Paguyuban Tunggal Rahayu, Sutarman. Pemimpin itu pun diketahui melakukan ajakan dengan harus membayar uang pendaftaran saat masuk menjadi anggota paguyuban dengan jumlah berbeda-beda.

"Nominalnya dari Rp100 ribu sampai Rp600 ribu," jelasnya.

Fakta itu, ungkapnya, muncul dari empat mantan anggota paguyuban yang diperiksa oleh polisi. Mereka mengaku mengeluarkan uang saat mendaftar dan dijanjikan sesuatu. Namun di tengah perjalanan, mereka tidak mendapatkan janji itu dan merasa ada kejanggalan sehingga keluar dari anggota paguyuban.

"Atas fakta tersebut, kami temukan unsur penipuan sebagaimana pasal 378 dan 379 KUHP tentang penipuan dan penipuan sebagai mata pencaharian. Namun kami belum menetapkan Sutarman ini sebagai tersangka. Kami masih akan memeriksa saksi-saksi lainnya," ungkapnya.

Terkait hal lainnya, yaitu lambang negara, mata uang, dan titel gelar, polisi mengaku masih melakukan pendalaman. Untuk menemukan unsur pidananya, Maradona menyebut bahwa polisi membutuhkan keterangan dari ahli.

"Jadi kami masih menggunakan asas praduga tak bersalah dalam tiga hal itu. Dari hasil penyelidikan memang belum bisa disampaikan banyak, kita masih berjalan. Memang ada pengaduan dalam kasus ini termasuk juga dugaan penyimpangan. Penyelidikan masih berlangsung, termasuk pemeriksaan saksi-saksi," tutupnya. (mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami