Polisi Amankan 2 Orang Perusuh Demo Buruh di Surabaya

Polisi Amankan 2 Orang Perusuh Demo Buruh di Surabaya
PERISTIWA | 1 Mei 2019 15:59 Reporter : Moch. Andriansyah

Merdeka.com - Kericuhan kembali mewarnai aksi Mey Day buruh se-Jawa Timur di depan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Rabu (1/5) sore. Dua orang yang dianggap provokator diamankan polisi.

Aksi rusuh yang kali kedua ini, masih dipicu oleh kelompok massa berjaket warna hitam, yang ternyata belum membubarkan diri.

Pasca-dibubarkan polisi siang tadi, ternyata puluhan massa berjaket ini memilih bergabung dengan massa buruh dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) yang baru datang.

Lagi-lagi, massa aksi berjaket hoodie ini, seperti aksi yang pertama saat dibubarkan polisi, menolak diwawancarai wartawan sehingga terjadi keributan. Polisi yang kembali melihat aksi ini kembali membubarkannya.

Namun, mereka kembali menolak membubarkan diri. Sempat terjadi benturan fisik antara massa aksi dengan polisi. Tapi tak berlangsung lama karena dua orang yang dinilai sebagai provokatornya diamankan polisi.

Setelah menyeret kedua orang yang diduga provokator itu ke dalam Gedung Grahadi, polisi kemudian memasukkannya ke dalam mobil polisi untuk dibawa ke Mapolrestabes Surabaya.

Melihat dua rekannya diamankan, para pendemo meminta polisi segera membebaskannya. Tapi tak membuahkan hasil. Polisi tetap membawa dua pendemo tersebut.

"Surabaya makin represif saja polisinya. Kalian (polisi) makan dari uang pajak rakyat tapi represif," maki salah satu aktivis dari Front Mahasiswa Nasional (FMN), Anin.

"Tadi (kita) cuma mau jalan sudah digeruduk dan lari, belum ngapa-ngapain tapi sudah ditangkap," sahut salah satu pendemo lainnya.

Sementara dari pantauan di lapangan, ribuan buruh dari berbagai elemen massa kembali melanjutkan orasinya saat kondisi kembali kondusif.

Sedangkan ratusan personel polisi terlihat makin memperketat penjagaan Gedung Grahadi yang dipagari kawat berduri.

Diberitakan sebelumnya, aksi Mey Day buruh se Jawa Timur sempat diwarnai kericuhan, yang dipicu kemunculan puluhan pendemo berjaket hoodie warna hitam dan mengenakan cadar. Mereka berada di luar barisan buruh yang tengah berorasi di depan Grahadi.

Melihat kelompok ini, polisi meminta mereka bubar karena menolak membuka penutup wajahnya, apalagi tidak memiliki izin aksi.

"Kalian ini dari mana, kok pakai penutup wajah? Ayo dibuka," tanya Kasat Binmas Polrestabes Surabaya, Kompol Moh Fathoni melalui pengeras suara.

"Ayo bubar baik-baik, kalian ini jangan cuma ikut-ikutan, kalian ini dari mana?" sambung Fathoni.

Puluhan massa di luar massa buruh ini bergeming. Mereka malah duduk dan diam tak menghiraukan peringatan polisi. Bahkan mereka menghardik wartawan yang tengah mengambil gambar. Tak ayal, polisipun membubarkan puluhan massa tersebut secara paksa. (mdk/rhm)

Baca juga:
Apindo Sebut Investasi Merosot Jika Upah Buruh Terus Naik
Pantun Prabowo di Depan Buruh: Mereka Yang Curang Akhlaknya Seperti Lutung
Pengusaha: Upah Buruh Naik, Produktivitas juga Harus Ditingkatkan
Dua Wartawan di Bandung Diintimidasi & Dianiaya Polisi Saat meliput Hari Buruh
Prabowo Ibaratkan Pemilu Seperti Sepak Bola: Hakim Garis & Wasit Harus Jujur
Kekecewaan Wawan, Buruh Asal Semarang ke Jakarta Tak Bisa Dekati Istana

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami