Polisi amankan 55 bom molotov dari para demonstran di Yogyakarta

Polisi amankan 55 bom molotov dari para demonstran di Yogyakarta
Pos polisi di Sleman dibakar massa aksi may day 2018. ©2018 Merdeka.com
PERISTIWA | 2 Mei 2018 11:57 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - 69 demonstran di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Selasa (1/5) kemarin, diamankan aparat kepolisian. Dari jumlah itu, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.

Selain menetapkan tiga tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya bom molotov, pentungan, mercon dan berbagai spanduk tuntutan aksi.

Direktur Ditreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan puluhan bom molotov berhasil diamankan oleh petugas kepolisian. Selain itu pihaknya juga mengamankan spanduk, cat semprot dan pentungan.

"Barang bukti yang diamankan 55 botol molotov, 4 mercon, 4 plastik berisi solar bahan bakar molotov, batu, pentungan kayu dan besi, dan cat semprot," ujar Hadi.

Hadi menjabarkan dari barang bukti yang diperoleh, polisi menduga barang-barang yang disita sudah sejak awal dipersiapkan. Persiapan ini baik berupa peralatan maupun langkah provokatif.

"Ada tempatnya mereka buat molotov. Siapa pembuatnya. Siapa yang membawa ke TKP. Siapa yang mendanai. Tapi ini masuk materi penyidikan tidak bisa saya sampaikan. Masih didalami," urai Hadi.

Sementara itu, Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengungkapkan dari ketiga tersangka yang ditahan, masing-masing memiliki peran yang berbeda. Mulai dari provokator hingga pelaku pelemparan bom molotov ke pos polantas yang ada di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga.

"Peran ada provokator ada yang pelaku pelemparan (bom molotov). Sementara yang lainnya masih kita mintai keterangan," tutup Dofiri.

Dofiri menuturkan dalam aksi demonstrasi di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga kemarin, sudah dilakukan persiapan untuk rusuh. Hal ini dapat diketahui dari perlengkapan yang dibawa dan langkah provokatif yang dilakukan.

"Dari pemeriksaan mereka (pendemo) mengharapkan terjadi chaos seperti itu. Dari keterangan mereka (pendemo) yang datang untuk aksi buruh tapi ternyata agenda lain. Ada beberapa (pendemo) yang datang terkecoh," urai Dofiri.

Ketiga pendemo yang ditetapkan tersangka berinisial AR, IB dan MC. MC diketahui merupakan koordinator umum pelaksana unjuk rasa.

"Satu orang koordinator umum pelaksana daripada unjuk rasa kemarin. Dua pelaku perusakan (pos polisi)," papar Hadi.

Ketiganya dijerat pasal 146, 187, 170, dan 406 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (mdk/cob)

Baca juga:
Polda DIY tetapkan 3 aktivis tersangka pembakaran Pos Polantas
Polisi ciduk 69 pendemo yang ricuh di pertigaan UIN Sunan Kalijaga
Masih ditahan, 1 dari 3 pengunjuk rasa hari buruh diduga konsumsi zat adiktif
Tak minta ke Prabowo, KSPI ungkap alasan kutip Rp 15.000 di deklarasi capres
Prabowo buat kontrak politik dengan buruh di May Day 2018

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami