Polisi Bekuk Mahasiswa Pengendali Prostitusi Online di Sleman

Polisi Bekuk Mahasiswa Pengendali Prostitusi Online di Sleman
PERISTIWA | 14 Juli 2020 14:21 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Petugas Polsek Mlati, Kabupaten Sleman membongkar praktek perdagangan manusia yang dilakukan oleh seorang mahasiswa berinisial AP (21). AP menjual dua orang perempuan menjadi pekerja seks melalui media sosial Twitter.

Kapolsek Mlati, Kompol Hariyanto mengatakan AP awalnya menjanjikan pekerjaan menjadi terapis pijat kepada dua perempuan berinisial VN (20) dan WP (32). Namun pada prakteknya kedua perempuan tersebut justru dijadikan pekerja seks dan dijual melalui akun twitter @citra_bojogja.

Hariyanto menuturkan praktek perdagangan manusia ini terbongkar pada 4 Juli 2020 yang lalu berkat kinerja tim cyber Polsek Mlati. Hariyanto merinci, setiap kali melakukan transaksi, pelaku AP selalu berpura-pura menjadi korban VN maupun WP.

"Tersangka mempromosikan korban dengan mengunggah foto-foto korban di akun @citra_bojogja. Jika ada yang berminat kemudian berkomunikasi lewat WhatsApp. Kemudian tersangka yang membalas dan seolah-olah seperti korban. Padahal itu dilakukan tanpa sepengetahuan korban," ujar Hariyanto, Selasa (14/7).

"Tersangka berkomunikasi dengan tamu. Tersangka selalu memesan hotel di daerah Sleman. Untuk hotel ditentukan oleh tersangka kemudian dibayar dari uang korban. Setelah sepakat tamu bertemu dengan korban. Korban awalnya tak mau tapi akhirnya mau tak mau melayani," sambung Hariyanto.

Hariyanto menerangkan untuk tarif shortime, tersangka mematok harga Rp 500 ribu. Sementara untuk tarif longtime tersangka meminta Rp 800 ribu. Dari tarif itu tersangka meminta potongan keuntungan sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu setiap kali transaksi ke korban.

Hariyanto merinci jika kedua perempuan yang menjadi korban perdagangan manusia ini awalnya tertipu dengan iklan lowongan kerja yang dipasang oleh tersangka.

"Tersangka menjaring korban dengan membuat akun media sosial bernama Info Loker Jogja dan sekitarnya. Dari situlah tersangka dengan penuh tipu daya korban dibujuk untuk berhubungan seksual kepada tamunya,"ungkap Hariyanto.

Hariyanto menjabarkan tersangka sudah beroperasi sejak Juni 2020. Sedikitnya sudah ada 20 kali transaksi yang dikendalikan oleh tersangka.

Hariyanto memaparkan dari tersangka pihaknya mengamankan barang bukti dua buah ponsel, uang senilai Rp 1 juta, uang order kamar, kondom baru, dan kondom bekas pakai.

"Tersangka diancam pidana Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 12 Undang-undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau Pasal 296 KUHP. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,"tegas Hariyanto. (mdk/ded)

Baca juga:
Hotman Paris Pernah Diajak Makan Malam Hana Hanifah, Artis FTV Terlibat Prostitusi
7 Fakta Terbaru Kasus Penangkapan Artis FTV di Medan, Dibayar Rp20 Juta
6 Potret Cantik Hana Hanifa, Artis FTV Terlibat Prostitusi
Polisi Sita Alat Kontrasepsi saat Amankan Artis HH di Hotel
Kasus Prostitusi, Artis FTV Inisial HH Dibayar Rp20 Juta oleh Pengusaha

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami